USULAN PERBAIKAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI PUMPING UNIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAFMA (MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS) DI PT BUKAKA TEKNIK UTAMA

Waty, Rina Enggar (2016) USULAN PERBAIKAN KUALITAS PADA PROSES PRODUKSI PUMPING UNIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE MAFMA (MULTI ATTRIBUTE FAILURE MODE ANALYSIS) DI PT BUKAKA TEKNIK UTAMA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1111053 - Rina Enggar - CD.pdf

Download (4MB)

Abstract

Unit usaha Oil and Gas Equipment (OGE) merupakan salah satu unit usaha pada PT Bukaka Teknik Utama (PT BTU) yang memproduksi pumping unit (pompa angguk) dalam berbagai tipe untuk keperluan penyedotan minyak bumi dengan sistem job order. Pada setiap kegiatan produksi pumping unit masih mengalami kendala diantaranya terdapat beberapa part produk yang tidak sesuai spesifikasi. Hal itu disebabkan oleh ketidakstabilan kemampuan proses dalam menghasilkan produk pumping unit sehingga mengganggu jalannya kegiatan proses produksi. Berdasarkan data Non Conformance Report (NCR) terdapat 15 jenis kegagalan pada proses produksi sehingga beberapa part harus dilakukan perbaikan atau pengerjaan ulang. Hal ini menyebabkan terganggunya waktu produksi serta menimbulkan biaya. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dengan mengimplementasikan beberapa usulan yang dapat meningkatkan kualitas proses produksi dengan menggunakan metode MAFMA (Multi Attribute Failure Mode Analysis). Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis didapatkan potensi-potensi penyebab kegagalan dan nilai prioritas diantaranya Penyebab A (Operator mendapat informasi pengerjaan tinggi rahang crank di passing asal rata saja) = 0,1284, Penyebab B (Terjadi pergeseran pada inti cor) = 0,1226, Penyebab C (Mata tap yang digunakan saat pengetapan sudah tumpul sehingga hasil kurang maksimal) = 0,1132, Penyebab D (Proses pengerjaan dilakukan secara terus menerus sehingga benda kerja tersebut timbul panas. Setelah benda kerja sudah dingin, terjadi penyusutan sehingga ukurannya berubah/tidak sesuai gambar) = 0,1177, Penyebab E (Metode inspeksi penerimaan material masih secara visual) = 0,3034, Penyebab F (Kesalahan operator dalam mengambil basic pengukuran) = 0,1088, dan Penyebab G (Salah marking ketika melakukan setting) = 0,1060. Penyebab kegagalan yang paling potensial berdasarkan bobot prioritas tertinggi adalah Penyebab E yaitu metode inspeksi penerimaan masih secara visual dengan nilai prioritas sebesar 0,3034. Dengan demikian, Penyebab E dinilai memiliki dampak yang besar pada kerusakan part dan memiliki potensi dalam menurunkan kualitas produk. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dibuat usulan perbaikan untuk mengatasi penyebab kegagalan yang paling potensial yaitu dengan melakukan pengecekan untuk keseluruhan sample (pengujian 100%) terhadap casting material yang berasal dari pemasok sebelum masuk ke area produksi. Langkah yang dapat dilakukan diantaranya dengan melakukan uji spektrometer untuk mengetahui komposisi yang terdapat pada material yang akan digunakan untuk proses produksi dan meningkatkan pengawasan kesesuaian antara material yang dikirim dengan input data spesifikasi material oleh pemasok. Selain itu juga dilakukan pembuatan formulir hasil inspeksi awal terhadap material sebelum masuk ke area produksi untuk memastikan bahwa material tersebut sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.a

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kualitas, Pumping Unit, FMEA, AHP, MAFMA
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 10 Jun 2026 02:33
Last Modified: 10 Jun 2026 02:33
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2746

Actions (login required)

View Item View Item