ANALISIS OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS SEBAGAI USAHA PERBAIKAN LINESTOP MACHINE KASUS KAJIAN: PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA

Alfiana, Ariska (2016) ANALISIS OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS SEBAGAI USAHA PERBAIKAN LINESTOP MACHINE KASUS KAJIAN: PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1112001 - Ariska Alfiana - CD.pdf

Download (1MB)

Abstract

PT Toyota Motor Manufacturing Indonsia (PT TMMIN) adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri otomotif. PT TMMIN Sunter 1 Plant adalah salah satu plant yang menghasilkan unit engine dan komponen engine untuk divisi engine production (EPD). Adanya losses time yang menyebabkan availability mesin berkurang karena proses produksi di perusahaan tidak selalu berjalan lancar. Salah satu penyebab losses time adalah kerusakan mesin. Kerusakan mesin yang terjadi di Cam Shaft Line mengakibatkan terjadinya Linestop Machine dengan rata-rata waktu linestop machine selama 25,31 menit untuk periode Januari 2016, sedangkan perusahaan menargetkan Linestop Machine selama 25,10 menit untuk Cam Shaft Line. Dari ke-24 mesin yang ada di Cam Shaft Line salah satu mesin yang mengalami linestop machine terlama adalah mesin IMIH-003 dengan total waktu linestop machine selama 174,96 menit untuk periode Januari 2016. Produktivitas mesin dan peralatan yang rendah dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Pengukuran nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah suatu analisis pengukuran tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin dan peralatan dengan menghitung ketersediaan mesin, performansi, dan kualitas produk yang dihasilkan. Hasil pengukuran menunjukkan nilai availability ratio 94,99%, nilai performance efficiency 79,08%, dan nilai rate of quality product 97,38% sehingga rata-rata nilai OEE periode Januari 2016 sebesar 73,23%. Nilai tersebut belum mencapai standar JIPM sebesar 85,00% dan target perusahaan sebesar 90,33%, sehingga dilakukannya perbaikan terhadap mesin IMIH-003 dengan analisis diagram sebab akibat. Usulan perbaikan yang dilakukan berupa memasang pancaran coolant pada mesin untuk pembersih work cam, memperbaiki dan mengganti bearing unit center, dan mengganti coil yang baru. Perbaikan yang diusulkan berhasil diterapkan dan kemudian menghitung kembali nilai OEE untuk periode April 2016. Nilai OEE setelah perbaikan yaitu nilai availability ratio 96,63%, nilai performance efficiency 79,69%, dan nilai rate of quality 98,03% sehingga nilai OEE setelah perbaikan periode April 2016 sebesar 75,58%. Terjadi peningkatan dari nilai OEE sebelumnya sebanyak 2,35%. Nilai OEE rendah dipengaruhi oleh ketiga kategorinya, hanya kategori availability ratio saja yang dapat mencapai standar JIPM dan target perusahaan. Rendahnya hasil kategori dari performance efficiency dan rate of quality disebabkan oleh jumlah cam shaft component yang diproduksi pada periode tersebut. Nilai yang belum mencapai target perusahaan dan standar JIPM maka dilakukannya analisis six big losses untuk mengetahui kerugian yang mengakibatkan rendahnya nilai OEE. Hasil analisis six big losses tertinggi yaitu idle and minor stoppage losses sebesar 76,979% diikuti reduced speed losses sebesar 6,998%. Losses ketiga dan seterusnya adalah set up and adjusment losses, defect losses, reduced yield, dan equipment failure losses.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Six Big Losses, Overall Equipment Effectiveness, Linestop Machine
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 10 Jun 2026 02:14
Last Modified: 10 Jun 2026 02:14
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2743

Actions (login required)

View Item View Item