Purcha, Aprilia Nur Amalina (2016) UPAYA MENURUNKAN OVERFLOW PART PADA BAGIAN IMPORT PART LOGISTIC DENGAN MENGGUNAKAN TOYOTA BUSINESS PRACTICES DI PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA (TMMIN) SUNTER I, JAKARTA UTARA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1112034 - Aprilia Nur Amalina Purcha - CD.pdf Download (2MB) |
Abstract
Sistem produksi PT TMMIN adalah Toyota Production System (TPS) yang memiliki dua tiang utama yaitu Just In Time (JIT) dan Jidouka dengan pondasi heijunka. Penerapan heijunka pada pengemasan part oleh pemasok part impor PT TMMIN menyebabkan kuantitas part yang dikirim ke PT TMMIN berbeda tiap module-nya. Keterbatasan luas pabrik mengharuskan untuk menggunakan area seefisien mungkin sehingga gudang harus didesain dengan baik. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di gudang import part logistic pabrik Sunter I, overflow part yang terjadi pada bulan November 2015-Januari 2016 mencapai 1.382 kemasan atau rata-rata 461 kemasan per bulan. Overflow part merupakan suatu part yang tidak dapat ditampung oleh PC Rack setelah dilakukan pembongkaran module. Hal tersebut dapat menyebabkan sulitnya pengendalian sistem FIFO terhadap persediaan. Oleh karena itu, dilakukan upaya penurunan overflow part dengan menggunakan Toyota Business Practices (TBP). TBP merupakan pola sistematis proses kerja dalam melakukan perbaikan secara terus-menerus yang digunakan di PT TMMIN. Langkah-langkah dalam TBP adalah klarifikasi masalah; breakdown problem; penentuan target; analisa root cause; rencana countermeasure; evaluasi hasil dan proses; standarisasi. Akar permasalahan terjadinya overflow part di gudang Import Part Logistic Pabrik Sunter 1 antara lain heijunka pengemasan part yang buruk di dalam module, perhitungan jumlah pemesanan tidak memperhatikan persediaan awal, pembongkaran module hanya berdasarkan satu common part, kapasitas PC Rack lebih rendah dari volume part yang dibongkar, pembuatan kanban tidak sesuai dengan prosedur yang ditentukan, dan part tidak terpakai karena terjadi perubahan rasio produksi. Salah satu rencana perbaikannya adalah metode Free Location Rack (FLR). FLR merupakan suatu rak yang digunakan untuk meletakkan pallet yang berisi overflow part. Metode FLR dilakukan dengan cara menghitung kebutuhan Maguchi. Part yang membutuhkan handling dengan metode FLR adalah part yang membutuhkan lebih dari satu Maguchi. Terdapat 4 part yang membutuhkan handling dengan metode FLR, antara lain part DAMPER ASSY, FUEL PRESSURE PULSATION; part GEAR SUB-ASSY, DRIVE PLATE & RING; part BOLT; part SENSOR CRANK POSITION (90919-05059-00). Setelah dilakukan penerapan metode FLR, jumlah overflow part menurun. Pada bulan September 2016, jumlah overflow part sebanyak 54 kemasan. Dengan demikian, jumlah penurunan overflow part sebanyak 178 kemasan atau sekitar 76,72%.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Toyota Production System, Just In Time, Overflow Part, Free Location Rack. |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:32 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:32 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2725 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
