Joko, Joko (2016) MENENTUKAN KAPASITAS PRODUKSI BEARING TIPE 6203 MENGGUNAKAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) DENGAN TEKNIK CAPACITY PLANNING USING OVERALL FACTORS (CPOF) DI PT SKF INDONESIA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1112037 - Joko - CD.pdf Download (2MB) |
Abstract
PT. Svenska Kugellahar Fabricen Indonesia, atau lebih dikenal dengan nama PT SKF Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri otomotif pembuatan bearing untuk part motor dan mobil. Salah satu jenis bearing yang diproduksi adalah tipe 6203 yang berfungsi untuk menumpu sebuah poros sehingga dapat berputar tanpa mengalami gesekan yang berlebihan dan menahan beban dari penyangga poros. PT SKF Indonesia menerima pesanan bearing dengan sistem produksi make to order. Dalam memenuhi pesanan tersebut, bagian Material Flow menetapkan Master Production Schedule (MPS) yang berisikan target jumlah produksi sebesar 640.000 unit dan waktu produksi pada bulan Januari−Februari 2016. Kedua target tersebut bisa tidak tercapai karena beberapa faktor, salah satunya adalah kapasitas produksi tersedia tidak dapat mencukupi kapasitas produksi yang dibutuhkan. Rough Cut Capacity Planning (RCCP) adalah metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan kapasitas untuk mengimplementasikan MPS atau menguji kalayakan dari MPS. Data-data yang dibutuhkan dalam membuat RCCP adalah waktu operasi, waktu set up mesin, jadwal induk produksi, jumlah mesin/ jumlah operator, dan jumlah jam kerja. Datadata tersebut diolah dan dianalisis menggunakan teknik Capacity Planning Using Overall Factors (CPOF). Hasil analisis menunjukkan adanya kekurangan kapasitas tersedia di tiap stasiun kerja selama bulan Januari−Februari 2016. Kekurangan kapasitas tersedia adalah - 611,28 jam pada stasiun kerja heat treatment, -1.033,2 jam pada stasiun kerja grinding, - 748,32 jam pada stasiun kerja assembly dan -1.033,2 jam pada stasiun kerja finishing. Berdasarkan kekurangan kapasitas tersedia pada stasiun kerja heat treatment, grinding, assembly dan finishing, usulan yang dapat diberikan kepada perusahaan untuk mengatasi kekurangan kapasitas dengan cara melakukan jam lembur (over time), membuat hari Sabtu masuk seperti hari biasa yaitu sebanyak 3 shift, dan hari minggu hanya 1 shift, dengan begitu kapasitas tersedia setelah dilakukan perbaikan menjadi 5.412,48 jam pada stasiun kerja heat treatment, 5.412,48 jam pada stasiun kerja grinding, 6.314,56 jam pada stasiun kerja assembly dan 5.412,48 jam pada stasiun kerja finishing sehingga tidak terjadi kekurangan kapasitas tersedia.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Capacity Planning Using Overall Factors, Perencanaan Kapasitas, Rough Cut Capacity Planning. |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:19 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:19 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2724 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
