PERBAIKAN KUALITAS KOMPONEN INNER RING PADA PROSES PEMBUATAN BEARING TIPE BB1-0885D 6201 DENGAN METODE DMAIC DI PT SKF INDONESIA

Susanti, Fransisca Widitya (2016) PERBAIKAN KUALITAS KOMPONEN INNER RING PADA PROSES PEMBUATAN BEARING TIPE BB1-0885D 6201 DENGAN METODE DMAIC DI PT SKF INDONESIA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1112073 - Fransisca Widitya Susanti - CD.pdf

Download (4MB)

Abstract

PT SKF Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pembuatan bearing. Pada proses pembuatan bearing, terdapat cacat fisik yang memiliki rata-rata mencapai 11.837 dari 547.000 unit bearing yang di produksi. Hal tersebut mengartikan bahwa masih banyak produk yang dihasilkan belum sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan tindakan perbaikan untuk mengendalikan dan meminimalisir tingkat cacat. Dalam melakukan tindakan perbaikan maka digunakan metode DMAIC yang dapat membawa perusahaan berada pada tingkat produk cacat terendah. Dari penggunaaan metode pareto, diketahui tingkat cacat tertinggi berada di channel 10 pada komponen inner ring. Jenis cacat yang dominan yaitu rusty dengan persentase 52,7% dan choping dengan persentase sebesar 44,0%. Cacat rusty yaitu cacat dengan adanya bagian/ sisi dari komponen IR yang berkarat akibat proses washing dan drying (RDM-7D). Sedangkan cacat choping yaitu cacat dengan goresan yang menyebabkan permukaan IR menjadi tidak rata/ gompal akibat proses dalam mesin inner ring raceway grinding (R3MZ-135D). Pada analisis dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone. Penyebab cacat rusty adalah perbedaan pengaturan operasi mesin setiap operator antar shift, langkah-langkah dalam lembar instruksi kerja mesin RDM-7D kurang lengkap, serta proses washing dan drying tidak stabil. Sedangkan penyebab cacat choping yaitu operator kurang fokus dan tidak ada pemeriksaan mesin sebelum operasi, serta raceway grinding kurang fleksibel. Tindakan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi cacat rusty yaitu melakukan program wajib briefing saat pergantian operator antar shift, melengkapi instruksi kerja pada mesin washing dan drying (RDM-7D) sesuai dengan kondisi aktual serta melakukan inspeksi berkala dan pemberian selang aliran cairan kimia/air untuk tuas pengatur mesin RDM-7D. Sedangkan pada cacat choping dilakukan tindakan perbaikan berupa penambahan durasi waktu istirahat operator, menambah langkahlangkah pemeriksaan mesin pada lembar instruksi kerja mesin raceway grinding (R3MZ-135D) dan mengganti backing plate setiap 2 minggu sekali. Hasil perbandingan dari sebelum dan sesudah tindakan perbaikan yang telah dilakukan dengan adanya penurunan DPMO dari 45.430 menjadi 7.820 atau turun sebesar 82,79% dan peningkatan level Sigma dari 3,191 menjadi 3,919 atau naik sebesar 22,81%. Kemampuan hasil kinerja proses perbaikan kualitas komponen inner ring sudah memperlihatkan peningkatan dan perbaikan Six Sigma sebaiknya dilanjutkan oleh pihak manajemen secara berkelanjutan dan keseluruhan yang diterapkan pada semua bagian perusahaan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Bearing, DMAIC, DPMO, Inner Ring, Six Sigma.
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 09 Jun 2026 02:55
Last Modified: 09 Jun 2026 02:55
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2704

Actions (login required)

View Item View Item