PERBAIKAN KUALITAS PRODUK PRESSURE VESSEL FLARE KO DRUM V-750 PADA PROSES WELDING BODY MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT GERBANG SARANABAJA

Sarwilah, Desy (2016) PERBAIKAN KUALITAS PRODUK PRESSURE VESSEL FLARE KO DRUM V-750 PADA PROSES WELDING BODY MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI PT GERBANG SARANABAJA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1112087 - Desy Sarwilah - CD.pdf

Download (6MB)

Abstract

PT Gerbang Saranabaja merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang konstruksi baja dan pressure vessel yang menghasilkan produk dari bahan baku baja. Salah satu kunci sukses memenangkan persaingan industri adalah dengan memperhatikan masalah kualitas. Dalam pembuatan pressure vessel terdapat beberapa proses produksi, salah satunya adalah proses pengelasan (welding). Beberapa masalah yang dihadapi oleh PT Gerbang Saranabaja adalah masih tingginya cacat produk pressure vessel yang terjadi dibagian welding. Jenis cacat yang sering terjadi adalah porosity, cracks, spatters, overlap, dan stop start. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah persentase kegagalan yang terjadi pada bagian welding body Pressure Vessel Flare KO Drum V-750, mengidentifikasi potensi kegagalan dan tingkat keparahan efek dari proses welding body, mengetahui apa saja yang menjadi akar penyebab kegagalan yang terjadi pada proses welding, mengetahui tindakan-tindakan pengendalian kualitas untuk meminimasi kegagalan, dan menghitung nilai RPN sebelum dan sesudah perbaikan pada Pressure Vessel Flare KO Drum V-750. Langkah pertama untuk menentukan kegagalan yang paling potensial adalah dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode FMEA digunakan untuk menentukan jenis kegagalan, efek yang ditimbulkan dari penyebab kegagalan, dan kontrol yang dilakukan. Di dalam FMEA terdapat 3 faktor, yaitu severity, occurance, dan detection. Setelah mengetahui jenis kegagalan, kemudian mengidentifikasi akar penyebab masalah menggunakan metode Failure Tree Analysis (FTA). Metode FTA digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah berdasarkan tahapan kejadian menggunakan pohon kesalahan. Adapun hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa permasalahan terbesar yang dialami oleh bagian welding adalah banyaknya cacat porosity. Dimana persentase untuk cacat porosity sebesar 63,00% dari total panjang pengelasan bagian body sebesar 2.136,34 cm. Jenis cacat welding ini memiliki peringkat tertinggi (peringkat ke-1) pada nilai (Risk Periority Number) RPN sebesar 1344 sebelum perbaikan. Setelah diketahui jenis cacat terbesar, maka diberikan usulan perbaikan menggunakan metode 5W+1H yaitu pembalutan material menggunakan plastik, membersihkan scrap hasil pengelasan secara rutin, penerimaan material dengan hati-hati, briefing singkat sebelum bekerja, pelatihan untuk operator, inspeksi visual oleh bagian QC, serta perawatan mesin secara berkala. Usulan perbaikan yang dilakukan dapat menurunkan nilai RPN pada cacat porosity menjadi 480 dari nilai RPN sebelumnya yaitu 1344.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Cacat Welding, diagram Pareto, FMEA, FTA, 5W+1H, Nilai RPN
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 08 Jun 2026 08:54
Last Modified: 08 Jun 2026 08:54
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2698

Actions (login required)

View Item View Item