Ginting, Christy Desi Deria BR. (2016) PERBAIKAN KUALITAS PROSES PRODUKSI DISC BRAKE 4 WHEELS TIPE NEW IMF R-60 PADA UNIT ASSEMBLING DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT AKEBONO BRAKE ASTRA INDONESIA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1112103 - Christy Desi Deria BR Ginting - CD.pdf Download (2MB) |
Abstract
PT Akebono Brake Astra Indonesia adalah salah satu perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk brake(rem) bagi kendaraan roda 4 dan roda 2. Dalam perkembangan saat ini, PT Akebono Brake Astra Indonesia merupakan perusahaan penghasil rem terbesar di Indonesia. Dalam kegiatan produksinya perusahaan masih dihadapkan pada masalah yaitu masih ditemukannya produk cacat. Beberapa masalah yang dihadapi oleh PT Akebono Brake Astra Indonesia adalah masih tingginya cacat pada produk Disc Brake 4 Wheels Tipe New IMF R60 yang terjadi pada proses assemblingdengan jumlah 398 unit dan persentase sebesar 50,70% pada periode produksi Maret 2016. Jenis produk cacat tersebut adalah boot piston tidak fixed, boot piston gelembung, piston insert NG, dan cacat pada area inlet hole. Untuk mengurangi dan mencegah terjadinya produk cacat tersebut PT Akebono Brake Astra Indonesia perlu menerapkan suatu metode pengendalian kualitas yang mudah diterapkan dan memberikan hasil yang baik. Adapun metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). FMEA adalah metode yang digunakan untuk mendefinisikan, mengidentifikasi, dan menghilangkan kegagalan baik permasalahan yang telah diketahui maupun yang mempunyai potensi akan terjadi pada sebuah sistem. (FTA) merupakan suatu tools yang berguna untuk menggambarkan kejadian yang tidak diinginkan dalam suatu sistem beserta penyebabnya. Adapun hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa permasalahan terbesar terjadi pada proses assembling. Berdasarkan pengolahan data, nilai DPMO adalah 9.128 turun 41,65% menjadi 6.444 dan level Sigma adalah 3,859 naik 3,28 % menjadi 3,99. Jenis cacat yang memiliki peringkat Risk Priority Number (RPN) tertinggi adalah boot piston tidak fixed dengan nilai 336 pada faktor penyebab yang berasal dari material dan mengalami penurunan menjadi 84. Oleh karena itu, jenis cacat ini harus diprioritaskan untuk diatasi terlebih dahulu dengan melakukan upaya perbaikan dengan metode 5W + 1H dan tabel pendokumentasian PFMEA.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | DPMO,FMEA, FTA, Level Sigma, PFMEA, dan RPN |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 07:09 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 07:09 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2691 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
