Wirastuti, Silvia (2016) ANALISIS KEGAGALAN PROSES STAMPING PRODUK MEMBER FR SIDE OUTER LH TIPE 57114 BZ030 DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT MEKAR ARMADA JAYA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1112107 - Silvia Wirastuti - CD.pdf Download (2MB) |
Abstract
PT Mekar Armada Jaya merupakan salah satu perusahaan manufaktur nasional yang bergerak di industri otomotif roda empat yaitu di bidang stamping dan tooling. Permasalahan yang muncul pada perusahaan yaitu mengenai banyaknya jenis dan jumlah produk cacat yang disebabkan oleh berbagai macam faktor yang menyebabkan penurunan kualitas yang berakibat pada menurunnya keuntungan pada perusahaan. Salah satu komponen otomotif yang diproduksi PT Mekar Armada Jaya pada proses stamping adalah Member Fr Side Outer Lh. Perusahaan ini dalam setiap proses produksi Member Fr Side Outer Lh mengalami kecacatan produk diluar batas toleransi yang telah ditentukan. Batas toleransi kecacatan produk yang diizinkan oleh perusahaan pada setiap proses produksi paling besar berjumlah 10 unit dari 1000 unit per fungsi proses atau 1%, sedangkan proses produksi Member Fr Side Outer Lh mempunyai tingkat kegagalan sebesar 2,9% yang berarti diluar batas dari toleransi yang diberikan pada perusahaan. Untuk mengetahui penyebab kegagalan produk, saat ini ada beberapa metode mengenai perbaikan kualitas antara lain metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA). Metode FMEA dan FTA bila dikombinasikan dapat menganalisis kejadian yang menyebabkan kerusakan dalam sistem. Pada tahap fault tree analysis, diperoleh top level event (kejadian terpenting dalam sistem) yaitu kondisi insert upper terhadap lower dies sempit, pisau dies tumpul, air pressure mesin tidak stabil,punch tidak center dan posisi dies tidak stabil. Berdasarkan top level event diatas, didapatkan basic event dari setiap fungsi proses. Basic event merupakan kejadian paling dasar untuk mengetahui kejadian atau kombinasi kejadian yang dapat menyebabkan munculnya top level event. Basic events tersebut kemudian di analisis menggunakan FMEA. Analisis FMEA didasarkan pada nilai Risk Priority Number(RPN) dengan menentukan skala severity, occurrence dan detection. Hasil dari FMEA berupa prioritas perbaikan kualitas dengan penyebab scrap menumpuk pada dies lower dengan nilai RPN 252, setting parameter angin mesin tidak sesuai standar 0,25 Mpa dengan nilai RPN 224. Setelah melakukan implementasi perbaikan, tingkat kegagalan produk Member Side Outer Lh menjadi 1,4% dengan mengalami penurunan 1,5%.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perbaikan Kualitas, Failure Mode and Effect Analysis, Fault Tree Analysis dan Risk Priority Number. |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 06:57 |
| Last Modified: | 08 Jun 2026 06:57 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2690 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
