PERBAIKAN KUALITAS PROSES PIERCHING UNTUK PRODUK REINF PIVOT TUBE BOTTOM R1120069 DENGAN MENGGUNAKAN METODE DMAIC DI PT NUSA INDAH JAYA UTAMA

Saputra, Nurul Rachman (2018) PERBAIKAN KUALITAS PROSES PIERCHING UNTUK PRODUK REINF PIVOT TUBE BOTTOM R1120069 DENGAN MENGGUNAKAN METODE DMAIC DI PT NUSA INDAH JAYA UTAMA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1113070 - Nurul Rachman Saputra - CD.pdf

Download (4MB)

Abstract

PT Nusa Indah Jaya Utama merupakan perusahaan industri manufaktur yang bergerak di bidang stamping manufacturing yang memproduksi komponen otomotif adalah Reinf Pivot Tube Bottom R1120069. Dalam proses produksi, permasalahan pada kualitas produk Reinf Pivot Tube Bottom R1120069, yaitu banyaknya cacat pada produk tersebut. Jenis-jenis cacat yang terdapat pada Reinf Pivot Tube Bottom R1120069 yaitu mencuat, bending miring, burry, deform, Hole Tidak Center, dan Trim Minus. Masalah yang kritis pada produk Reinf Pivot Tube Bottom R1120069 adalah cacat Hole Tidak Center dan Burry. Masalah tersebut terjadi pada saat proses Pierching, karena adanya tekanan dari die high yang membuat produk tersebut terjepit sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dengan mengimplementasikan beberapa perbaikan yang dapat mengurangi cacat pada produk tersebut. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan filosofi six sigma. Dengan menggunakan metode ini dapat meminimalkan produk cacat dan peningkatan nilai Sigma. Metode Perbaikan DMAIC dilakukan dengan lima tahapan yaitu define, measure, analyze, improve, control. Pada tahap define digunakan pemilihan proyek dengan diagram batang, Diagram alir sesuai proses operasi, Diagram SIPOC, dan untuk menentukan cacat yang paling dominan menggunakan Diagram Pareto. Pada tahapan measure untuk mengetahui critical of quality, melakukan perhitungan peta kendali np, dan menggunakan pengukuran baseline kinerja untuk mengetahui nilai sigma dan nilai DPMO. Pada tahap analyze dilakukan analisis dengan menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi penyebab dari cacat yang paling dominan, Pada tahap improve digunakan 5W+1H untuk membuat solusi dari penyebab cacat yang paling dominan. Pada tahap control dilakukan pengontrolan terhadap hasil perbaikan, Setelah dilakukan tindakan perbaikan pada jenis cacat yang diprioritaskan, menunjukkan penurunan nilai DPMO sebesar 51.500 unit dari 79.750 unit menjadi 28.250 unit dan juga dapat meningkatan nilai sigma sebesar 0,4996 dari 2,9032 menjadi 3,4028.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perbaikan Proses, DMAIC, Reinf Pivot Tube Bottom R1120069, Hole Tidak Center, Burry, DPMO, Sigma, fishbone
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 17 Apr 2026 03:29
Last Modified: 17 Apr 2026 03:29
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2210

Actions (login required)

View Item View Item