Hermanto, Garnis Herliana (2018) PERBAIKAN KUALITAS PRODUK FELTO PAD FR DOOR TRIM BZ120 DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DI PT REKADAYA MULTI ADIPRIMA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1114015 - Garnis Herlina Hermanto.pdf Download (3MB) |
Abstract
PT Rekadaya Multi Adiprima (PT RMA) merupakan sebuah perusahaan industri manufaktur yang bergerak dalam bidang industri otomotif yang memproduksi komponen otomotif untuk kendaraan roda 4 (empat) dan roda 2 (dua) yang merupakan produk asli dan produknya banyak digunakan oleh produsen otomotif nasional sebagai komponen Original Equipment Manufacturer (OEM). PT RMA mempunyai beberapa divisi, salah satunya divisi non-metal yang menjadi objek penelitian karena dalam divisi ini terdapat proses produksi yang bermasalah. Divisi non-metal memproduksi komponen Felto Pad FR Door Trim BZ120 yang dalam proses produksinya mengalami kegagalan terbesar, yaitu 1.151 unit dari total produksi 58.800 unit pada bulan Maret sampai April 2018 dengan persentase sebesar 2,88%. Hal ini menjadi permasalahan karena perusahaan mempunyai standar reject sebesar 1,25%. Produksi Felto Pad FR Door Trim BZ120 terdiri dari beberapa tahapan proses, seperti incoming material, cutting, punch, final inspection, packing, dan delivery. Jenis kegagalan yang dihasilkan dari produksi Felto Pad FR Door Trim BZ120 meliputi kegagalan brudul, belah, terawang, sobek dan gelombang. Pada diagram Pareto, terlihat jenis cacat yang mendominasi adalah jenis cacat brudul, untuk itu jenis cacat inilah yang akan dianalisis penyebabnya dan yang akan ditentukan tindakan perbaikan prioritasnya. Metode yang digunakan dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil perhitungan Risk Priority Number (RPN) didapatkan bahwa nilai RPN tertinggi adalah burry pada upper dies yang berada di mesin punching. Untuk itu dilakukan pemberian pembobotan pada alternatif-alternatif yang dapat dilakukan untuk dilakukan tindakan pada upper dies tersebut. Alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk dilakukan tindakan perbaikan prioritas adalah mengganti upper dies dengan jenis dan tipe yang sama (Grade B), mengganti upper dies dengan jenis dan tipe yang kualitasnya lebih baik (Grade A) dan merepair upper dies. Sedangkan kriteria yang harus diperhatikan dalam melakukan tindakan perbaikan prioritas adalah biaya, pengaruh dan lifetime. Pembobotan dilakukan dengan memberi kuesioner kepada 4 (empat) pakar, dan mengolah data tersebut dengan metode AHP. Hasil perhitungan dengan metode AHP adalah memilih alternatif 2 yaitu mengganti upper dies dengan jenis dan tipe yang kualitasnya lebih baik (Grade A).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | FMEA, AHP. |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 01:30 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 01:30 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2198 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
