PERBAIKAN KUALITAS PROSES PEMBUATAN CASE DIFFERENTIAL BT1795 UNTUK MEMMINIMALKAN CACAT DENGAN METODE DMAIC DI PT BAKRIE AUTOPARTS

Cutra, Wahyuni Devi (2018) PERBAIKAN KUALITAS PROSES PEMBUATAN CASE DIFFERENTIAL BT1795 UNTUK MEMMINIMALKAN CACAT DENGAN METODE DMAIC DI PT BAKRIE AUTOPARTS. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1111060 - Wahyuni Devi Cutra.pdf

Download (8MB)

Abstract

PT Bakrie Autoparts merupakan industri otomotif yang memproduksi komponen otomotif, salah satu komponen yang di produksi adalah Produk Case Differential BT1795. Dalam proses produksi PT Bakrie Autoparts memiliki satu plant yang sangat berpengaruh terhadap kualitas produk yaitu plant foundry. Jenis cacat yang ditemukan yaitu Sand Inclution, Cross Joint, Bad Core, Bad Mould, Gas Hole, Slag, dan Shrinkage. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dengan mengimplementasikan beberapa usulan yang dapat meningkatkan kualitas proses pembuatan Case Differential BT1795. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan filosofi Six Sigma. Salah satu metode yang digunakan dalam filosofi six sigma adalah dengan metode DMAIC. Dengan menggunakan metode ini dapat meminimalisir produk cacat dan peningkatan nilai Sigma. Metode Perbaikan kualitas produk Case Differential BT1795 dengan menggunakan metode DMAIC dilakukan dengan lima tahapan yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control. Pada tahap define digunakan voice of customer untuk mengetahui critical of quality, diagram pareto untuk menentukan cacat yang paling dominan, Diagram alir sesuai proses operasi, Diagram SIPOC, dan untuk menentukan cacat yang paling dominan menggunakan Diagram Pareto. Pada tahapan measure untuk mengetahui critical of quality, melakukan perhitungan peta kendali np, dan menggunakan pengukuran baseline kinerja untuk mengetahui nilai sigma dan nilai DPMO. Pada tahap analyze dilakukan analisis dengan menggunakan diagram fishbone untuk menunjukkan faktor penyebab dan akibat kualitas yang disebabkan faktor-faktor penyebab tersebut. Pada tahap improve digunakan 5W+1H untuk membuat solusi dari penyebab cacat yang paling dominan. Pada tahap control dilakukan pengontrolan terhadap hasil perbaikan, Setelah dilakukan tindakan perbaikan pada jenis cacat yang diprioritaskan, menunjukkan penurunan nilai DPMO sebesar 24.375 unit dari 52.500 unit menjadi 28.125 unit dan juga dapat meningkatan nilai sigma sebesar 0,27199 dari 3,1289 menjadi 3,40089.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perbaikan Proses, DMAIC, Case Differential BT1795, Foundry, Sand Inclution, DPMO, Sigma, fishbone
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 15 Apr 2026 06:24
Last Modified: 15 Apr 2026 06:24
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2167

Actions (login required)

View Item View Item