Saputra, Adhitya (2019) PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PLATE SEAT REAR HOOK DENGAN METODE DMAIC DI PT NUSA JAYA UTAMA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1115101 - Adhitya Saputra 2019.pdf Download (42MB) |
Abstract
PT Nusa Indah Jaya Utama (NIJU) merupakan industri otomotif yang memproduksi komponen-komponen untuk motor, mobil, dan truk (TVS, Fortuner, dan Fuso). Ada beberapa komponen yang diproduksi untuk produk TVS yaitu Plate Seat Rear Hook, Rear Bracket Bottom, Utility Mounting Bracket Front, Bridge tube, Upper Middle, dan Bracket Ignition Coil Mounting. Sebelum produk dari PT NIJU diserahkan ke PT Setia Guna Selaras (PT SGS) dilakukan pemeriksaan, diketahui tingkat cacat produk Plate Seat Rear Hook memiliki tingkat cacat terbesar 2,28% terjadi pada bulan April - Mei 2019 dengan jumlah produksi 12.252 unit dan cacat 280 unit. Plate Seat Rear Hook sendiri merupakan permintaan PT SGS yang memiliki batas persentase cacat sebesar 2%. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dengan mengimplementasikan beberapa usulan yang dapat meningkatkan kualitas proses. Pada Plate Seat Rear Hook diproduksi menggunakan mesin medium press dan memiliki 5 proses produksi yaitu blank, drawing, trimming, flange, dan piercing ditemukan cacat yaitu Necking, Dented, Crack, dan Burry. Salah satu metode yang digunakan dalam filosofi six sigma adalah dengan metode DMAIC. Dengan menggunakan metode ini dapat meminimalisir produk cacat dan peningkatan nilai Sigma. Metode perbaikan kualitas Plate Seat Rear Hook dengan menggunakan metode DMAIC dilakukan dengan lima tahapan yaitu define, measure, analyze, improve, control. Pada tahap Define yaitu pemilihan produk cacat, pembuatan diagram seperti diagram alir proses, SIPOC dan Pareto. Pada tahap Measure identifikasi Crictical To Quality (CTQ), pembuatan peta kendali p untuk mengukur proses produksi dan pengukuran baseline kinerja untuk menghitung nilai DPMO. Pada tahap Analyze dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab akibat untuk mengidentifikasi penyebab dari cacat yang paling dominan, Pada tahap improve digunakan 5W+1H untuk membuat solusi dari penyebab cacat yang paling dominan. Pada tahap Control dilakukan pengontrolan terhadap hasil perbaikan. Setelah dilakukan tindakan perbaikan pada jenis cacat yang diprioritaskan, menunjukkan penurunan nilai DPMO sebesar 14.300 unit (dari 28.000 unitmenjadi 13,700 unit). Nilai sigma meningkat sebesar 0,2907 (dari 3,4135 menjadi 3,7042).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Indutri Otomotif, Kualitas, DMAIC, Level Sigma, DPMO |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 06:40 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 06:40 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/1999 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
