Wicaksono, Hendri (2018) Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode Activity Based Costing Pada PT Morita Tjokro Gearindo. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
![]() |
Text
1714094 - Hendri Wicaksono.pdf Download (15MB) |
Abstract
Selama ini perusahaan menggunakan metode tradisional dalam menghitung harga pokok produksi yang membebankan biaya overhead secara tidak tepat ke setiap produk atas dasar penggunaan tarif tunggal. Tarif ini menghasilkan biaya produk yang tidak akurat jika sebagian besar biaya overhead pabrik tidak berhubungan dengan volume/unit. Penentuan harga pokok produksi dengan sistem tradisional yang menggunakan perkiraan saja, seperti yang diterapkan oleh PT. Morita Tjokro Gearindo dianggap kurang akurat memberikan semua informasi biaya yang terkandung dalam masingmasing produksi. Sehingga menyebabkan semua jenis produk yang dihasilkan mengkonsumsi biaya overhead dengan proporsi yang sama. Apabila perusahaan salah dalam menghitung biaya produksi, maka akan banyak kerugian yang mungkin didapat pada perusahaan. Penelitian ini berjudul “Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Menggunakan Metode Activity Based Costing Pada PT. Morita Tjokro Gearindo", menggunakan metode Activity BEased Costing dalam menghitung harga pokok produksi agar informasi biaya yang didapat akurat serta dapat memaksimalkan laba perusahaan. Activity Based Costing adalah pendekatan penentuan biaya produk yang membebankan biaya ke produk atau jasa berdasarkan konsumsi sumber daya oleh aktivitas. Dasar pemikiran pendekatan penentuan biaya ini adalah bahwa produk atau jasa perusahaan dilakukan oleh aktivitas, dan aktivitas yang dibutuhkan tersebut menggunakan sumber daya yang menyebabkan timbulnya biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih perhitungan harga pokok produksi dengan sistem Activity Based Costing pada produk Balancer Crank pada tahun 2015 lebih murah Rp 4.077/unit, untuk tahun 2016 Rp. 4.246/unit, dan untuk tahun 2017 Rp. 4.246/unit dari sistem tradisional. Sedangkan pada produk Crank ShafiL dengan sistem Activity Based Costing pada tahun 2015 didapat selisih sebesar Rp 3.597/unit, untuk tahun 2016 Rp. 3.596/unit, dan untuk tahun 2017 Rp. 3.597/unit lebih murah dari sistem tradisional. Kata Kunci: Harga Pokok Produksi, Activity Based Costing, Laba
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Harga Pokok Produksi, Activity Based Costing, Laba |
Subjects: | Administrasi Bisnis Otomotif |
Depositing User: | Nur Halimah |
Date Deposited: | 27 Mar 2025 02:47 |
Last Modified: | 27 Mar 2025 02:47 |
URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/1209 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |