Analisis Break Even Point (BEP) Dalam Rangka Perencanaan Laba Pada PT Setiajaya Mobilindo Toyota Depok

Lutfi, Muhammad (2022) Analisis Break Even Point (BEP) Dalam Rangka Perencanaan Laba Pada PT Setiajaya Mobilindo Toyota Depok. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1718008_Muhammad Lutfi_Abstrak.pdf - Accepted Version

Download (19kB)
[img] Text
1718008_Muhammad Lutfi_TA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
1718008_Muhammad Lutfi_Turnitin.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
1718008_Muhammad Lutfi_Dapus.pdf - Bibliography

Download (94kB)

Abstract

PT Setiajaya Mobilindo Toyota merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Produk yang dijual perusahaan yaitu mobil, service dan sparepart. Perusahaan menghadapi suatu permasalahan yaitu laba yang didapatkan belum mencapai target perusahaan. Maka dari itu perusahaan sebaiknya melakukan analisis untuk mengetahui berapa penjualan yang direncanakan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui break even point dalam Rupiah dan unit pada tahun 2022 dan tahun 2023, untuk mengetahui besarnya margin of safety tahun 2022 dan tahun 2023 agar tidak mengalami kerugian, dan untuk mengetahui bagaimana penerapan break even point untuk menentukan perencanaan laba tahun 2022 dan tahun 2023. Data utama yang diperlukan adalah data pendapatan penjualan, biaya tetap, dan biaya variabel yang diramalkan dengan metode least square. Pada tahun 2022 PT Setiajaya Mobilindo Toyota memperoleh BEP dalam rupiah sebesar Rp 19.922.371.953 dan BEP dalam unit sebanyak 248 unit. Sedangkan pada tahun 2023 memperoleh BEP dalam rupiah sebesar Rp 18.519.299.142 dan BEP dalam unit sebanyak 134 unit. Target laba yang didapatkan pada tahun 2022 sebesar Rp 201.327.165.944 . Sedangkan pada tahun 2023 target laba sebesar Rp 196.779.416.857 Besarnya Margin of Safety (MoS) batas aman agar perusahaan tidak mengalami kerugian pada tahun 2022 sebesar 80% atau sebesar Rp 81.269.347.708 dari total penjualan. Sedangkan, pada tahun 2023 memperoleh MoS sebesar 82% atau sebesar Rp 86.242.244.950 dari total penjualan. Kata Kunci: Analisis Break Event Point (BEP), Perencanaan Laba Margin of Safety(MoS)

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Analisis Break Event Point (BEP), Perencanaan Laba Margin of Safety(MoS)
Subjects: Administrasi Bisnis Otomotif
Depositing User: Taufiqurrahman Muslih
Date Deposited: 30 Jan 2024 08:23
Last Modified: 30 Jan 2024 08:23
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/807

Actions (login required)

View Item View Item