Ibrahim, Faiz (2026) Pengaruh Penambahan Masterbatch Kalsium Karbonat Terhadap Ketahanan Sinar Ultraviolet Dan Kuat Tarik Komposit Berbasis Polipropilena Untuk Aplikasi Kemasan Industri. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1522012_Faiz Ibrahim_Abstrak.pdf - Accepted Version Download (76kB) |
|
|
Text
1522012_Faiz Ibrahim_TA.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
1522012_Faiz Ibrahim_Turnitin.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (13MB) | Request a copy |
|
|
Text
1522012_Faiz Ibrahim_Dapus.pdf - Accepted Version Download (147kB) |
Abstract
Polipropilena (PP) merupakan salah satu material polimer yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi kemasan industri, khususnya pada produk jumbo bag (Flexible Intermediate Bulk Container/FIBC) dan kemasan plastik, karena memiliki sifat mekanik yang baik, bobot yang ringan, serta kemudahan dalam proses produksinya. Namun salah satu kelemahan mendasar dari material ini adalah kerentanannya terhadap degradasi akibat paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat memicu terjadinya proses fotooksidasi pada rantai polimer, sehingga berdampak pada penurunan sifat mekanik material secara signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan filler kalsium karbonat (CaCO₃) terhadap sifat mekanik yaitu kekuatan tarik, modulus elastisitas, perpanjangan saat putus, dan perubahan gugus fungsi komposit PP/Masterbatch Ultraviolet (MB UV) sebelum dan sesudah paparan UV. Variasi konsentrasi dari CaCO₃ yang digunakan adalah 0%, 4%, 8% dan 12% berat dengan konsentrasi MB UV tetap sebesar 2% berat. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tarik berdasarkan standar ASTM D638 dan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR (Fourier Transform Infrared). Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa sebelum paparan UV, peningkatan konsentrasi CaCO3 dari 4% hingga 12 % berat dapat menurunkan nilai kekuatan tarik dari 24,21 MPa menjadi 22,07 MPa, modulus elastisitas 686,48 MPa menjadi 531,92 MPa, dan perpanjangan saat putus 736,43 MPa menjadi 511,97 MPa. Sesudah paparan UV justru mengalami peningkatan kekuatan tarik dan modulus elastisitas, sedangkan perpanjangan saat putus menurun drastis jika dibandingkan sebelum paparan UV. Pada sampel terbaik sesudah paparan UV dengan penambahan CaCO3 4% berat, kekuatan tarik meningkat dari 24,21 MPa menjadi 26,60 MPa, modulus elastisitas meningkat 686,48 MPa menjadi 1225,92 MPa, sementara perpanjangan saat putus menurun 736,43% menjadi 15,16%. Berdasarkan analisis FTIR pada sampel penambahan CaCO₃ 4% berat, paparan UV menyebabkan fotooksidasi yang ditandai dengan munculnya gugus hidroksil (O-H), gugus eter (C-O) dan gugus karbonil (C=O), namun gugus fungsi khas PP masih tetap dipertahankan. Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi pada CaCO₃ 4% berat dan MB UV 2% berat berpotensi memperlambat laju fotodegradasi dan mempertahankan stabilitas struktur kimia komposit PP. Kata kunci: Polipropilena, kalsium karbonat, masterbatch UV, sifat mekanik, FTIR.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Teknik Kimia Polimer |
| Depositing User: | Unnamed user with username admin_perpus |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 04:24 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 04:24 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2853 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
