Hermawan, Hendrik (2015) USULAN PENERAPAN HEIJUNKA SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI HOUSING TIPE IMV DI LINI HOUSING ASSY IMV DI PT INTI GANDA PERDANA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1109096 - Hendrik Hermawan - CD.pdf Download (3MB) |
Abstract
PT Inti Ganda Perdana bergerak di bidang industri manufaktur pembuatan komponen otomotif. Salah satu komponen otomotif yang diproduksi adalah Rear Axle. Selain itu, perusahaan ini juga memproduksi Housing Assy yang merupakan salah satu komponen dari rear axle. Housing Assy berfungsi sebagai tempat transmisi mesin. Housing Assy diproduksi diplant IGP 2 yang kemudian dirakit diplant IGP 3. Salah satu jenis Housing Assy yang diproduksi diplant IGP 2 adalah housing jenis IMV yang diproduksi di Lini Housing Assy IMV. Pada lini Housing Assy IMV memproduksi 3 tipe yaitu Housing IMV ABS, L-ABS, ABS ekspor. Permasalahan yang dialami pada lini tersebut adalah terganggunya proses produksi housing IMV ABS dan L-ABS ketika ada permintaan housing ABS ekspor. Hal tersebut menyebabkan terganggunya proses pengiriman housing tipe ABS dan L-ABS keplant IGP 3, sedangkan stok penyangga (buffer stock) untuk masing-masing tipe tidak ada. Selain itu permintaan housing ABS ekspor menyebabkan volume produksi harian meningkat sehingga pembebanan kerja perhari belum merata. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui jumlah stok penyangga (buffer stock) yang disediakan dan membuat jadwal produksi yang optimal dengan pembebanan kerja yang lebih merata pada tiap harinya dengan sistem heijunka. Data yang dibutuhkan adalah waktu siklus dan elemen kerja untuk tiap operator serta volume produksi dalam satu bulan. Langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah ini adalah menghitung waktu siklus tiap stasiun kerja, menghitung waktu normal,waktu standar dan waktu proses pada tiap stasiun kerja. lalu membandingkan waktu proses dengan takt time. Jika waktu proses lebih kecil dari takt time maka sistem heijunka bisa dijalankan. Setelah itu, menghitung jumlah produksi perhari, menghitung jam kerja tidak terpakai,persediaan pada kondisi awal. mencari jumlah kebutuhan buffer stock, membuat jadwal produksi optimal dengan sistem heijunka agar pembebanan kerja perhari lebih merata tiap harinya. Menghitung jumlah produksi perhari yang optimal, persediaan pada lini Housing Assy IMV setelah pengoptimalan. Penelitian ini menghasilkan jumlah produksi harian sebesar 635, setelah pengoptimalan menjadi 1.660 unit (selisih 1.025 unit) danjam kerja tidak terpakai kondisi awal sebesar 264,76 jam, setelah pengoptimalan menjadi 17,65 jam (selisih 247,09 jam) dan persediaan awal 0 unit setelah pengoptimalan menjadi 19 unit. Jumlah buffer stock yang disediakan sebesar 77 unit. Buffer stock tersebut dimasukan kedalam jadwal produksi harian yang optimal.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Takt Time, heijunka, Buffer Stock. |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 10 Jun 2026 03:29 |
| Last Modified: | 10 Jun 2026 03:29 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
