MINIMASI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI KERTAS PPC 80 GSM DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI PT INDAH KIAT PULP AND PAPER Tbk TANGERANG MILL

Nopiansyah, Moehamad Rizky (2016) MINIMASI PEMBOROSAN PADA PROSES PRODUKSI KERTAS PPC 80 GSM DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI PT INDAH KIAT PULP AND PAPER Tbk TANGERANG MILL. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1112012 - Moehamad Rizky Nopiansyah - CD.pdf

Download (2MB)

Abstract

PT Indah Kiat Pulp and Paper (PT IKPP) Tangerang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan kertas. Salah satu produk yang dihasilkan PT IKPP adalah kertas PPC 80 gsm. PT IKPP akan selalu mempioritaskan kualitas produk demi tercapainya kepuasan pelanggan. Persaingan yang ketat di dunia industri mengharuskan perusahaan untuk bisa memiliki kualitas produk yang lebih baik dari produk pesaing, sehingga mereka akan mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk memakai produknya. Perusahaan akan mendapatkan kepercayaan pelanggan apabila perusahaan dapat memenuhi keinginan pelanggan, dan ini merupakan suatu permasalahan yang harus diperbaiki oleh perusahaan. Permasalahan yang terjadi pada PT IKPP adalah masih terdapatnya keluhan pelanggan dari produk yang di produksi, seperti cacat basis weight, thickness, tensile strength, hole dan inconsistent color. Dari beberapa jenis cacat yang ditemukan, dalam penelitian ini akan lebih membahas tentang jenis cacat basis weight, karena jenis cacat ini memiliki persentase terbesar yaitu 2,50% dari total kertas yang diproduksi perusahaan. Cacat tersebut merupakan suatu pemborosan dan harus dihilangkan, selain pemborosan cacat, juga terdapat pemborosan dari kegiatan yang tidak bernilai tambah dan waktu pembersihan paper machine yang terlalu lama. Pengurangan pemborosan akan meningkatkan kecepatan produksi, sehingga keuntungan perusahaan semakin meningkat. Pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah Lean Six Sigma yang akan membantu perusahaan untuk memperbaiki kualitas produk dan mengetahui adanya pemborosan pada suatu sistem dan mengeliminasi pemborosan tersebut. Banyaknya produk yang mengalami ketidaksesuaian dapat diukur dengan level sigma yang diperoleh, semakin besar level sigma, maka akan semakin baik untuk perusahaan. Perbaikan yang dilakukan perusahaan menghasilkan level sigma 2,957 yang sebelum perbaikan sebesar 2,558 terjadi peningkatan sebesar 0,399. Lead time yang lebih singkat akan semakin baik bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat mempersingkat waktu produksinya. Lead time sebelum perbaikan didapatkan sebesar 15.001,871 detik dan lead time setelah perbaikan sebesar 13.149,239 detik. Terjadi pengurangan lead time sebesar 1.852,632 detik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Lean, six sigma, lead time, change over time
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 09 Jun 2026 08:27
Last Modified: 09 Jun 2026 08:27
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2737

Actions (login required)

View Item View Item