Gusniarsih, Gusniarsih (2016) IMPLEMENTASI METODE DMAIC UNTUK PENGENDALIAN CACAT DAN PEMBOROSAN PADA PRODUKSI BENANG CHEESE CD-32 MELALUI PROSES WINDING PADA UNIT SPINNING DI PT. ARGO PANTES, TBK. CIKOKOL, TANGERANG. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1112015 - Gusniarsih - CD.pdf Download (1MB) |
Abstract
PT Argo Pantes, Tbk merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang tekstil. Sebagai salah satu industri tekstil, PT Argo Pantes, Tbk harus dapat bersaing dengan perusahaan tekstil lain sehingga menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk yang baik dan berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan konsumen. Pada pengamatan awal ditemui banyaknya permasalahan kecacatan pada produk atau persentase cacat yang cukup tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut harus dilakukan analisis dan solusi perbaikan untuk meningkatkan kualitas. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Pada tahap define diketahui urutan proses produksi, diagram SIPOC dan kecacatan jenis Thin & Thick Places yang paling banyak terjadi. Selanjutnya pada tahap measure dilakukan perhitungan kapabilitas proses dan tingkat sigma dari sampel yang didapatkan. Setelah diketahui permasalahan yang terjadi, dilakukan tahap analyze untuk menemukan solusi dengan menggunakan diagram sebabakibat untuk mencari akar penyebab permasalahan kecacatan produk. Untuk perbaikan pada tahap improve ini membuat rencana perbaikan kualitas dengan analisis 5W+1H yang diimplementasikan pada bagian mesin yaitu dengan menambahkan roller apron cadangan untuk meminimasi cacat akibat proses tanpa roller apron, pada bagian manusia yaitu dengan melakukan pelatihan untuk semua operator agar semua operator dapat lebih terlatih dan terampil, pada bagian material yaitu dengan cara membuat standar untuk kualitas kapas yang dibutuhkan ketika akan memesan bahan baku (kapas), kemudian pada bagian lingkungan yaitu dengan menambahkan alat penghisap waste agar operator lebih nyaman dan konsentrasi pada saat bekerja di lantai produksi. Terakhir pada tahap control diambil sampel kembali untuk mengetahui kinerja perusahaan, setelah dilakukan implementasi dengan rencana perbaikan, nilai DPMO pada perusahaan mengalami penurunan dari 84.100 unit menjadi 23.000 unit dan kinerja tingkat sigma perusahaan meningkat dari 2,878 menjadi 3,495. Hal ini membuktikan bahwa metode DMAIC dapat menyelesaikan permasalahan yang ada diperusahaan jika dilakukan secara konsisten.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Six Sigma, DMAIC, Defect Per Million Opportunity (DPMO). |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 08:24 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 08:24 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2736 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
