PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) PADA PROSES PERAKITAN SUB HEAD CYLINDER MODEL 1WD DI PT YAMAHA INDONESIA MOTOR MANUFACTURING

Maria, Debora (2016) PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE ROUGH CUT CAPACITY PLANNING (RCCP) PADA PROSES PERAKITAN SUB HEAD CYLINDER MODEL 1WD DI PT YAMAHA INDONESIA MOTOR MANUFACTURING. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1112016 - Debora Maria - CD.pdf

Download (2MB)

Abstract

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang memproduksi unit sepeda motor beserta suku cadangnya. Pada proses machining assembling terdapat beberapa lini produksi, salah satunya adalah lini D yang memproduksi motor sport dengan tipe mesin 1 WD. Dalam proses assembling terdapat komponen mesin diantaranya sub head cylinder. Sub Head Cylinder adalah kepala silinder yang berfungsi sebagai tempat kedudukan mekanisme katup,ruang bakar,busi dan sebagai tutup blok silinder. Pada bulan Januari 2016 dalam kegiatan produksi sub head cylinder model 1 WD terjadi permasalahan yaitu perusahaan tidak mampu memenuhi target produksi yang di tetapkan perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Rough Cut Capacity Planning (RCCP). Rough Cut Capacity Planning adalah metode yang digunakan dalam menentukan kebutuhan kapasitas untuk mengimplimentasikan MPS (Master Production schedule), menguji kelayakan dari MPS. Penggunaan metode Rough Cut Capacity Planning ini bertujuan untuk mengetahui stasiun kerja mana yang mengalami kekurangan kapasitas produksi. Teknik yang digunakan dalam metode Rough Cut Capacity Planning adalah Bill of Labor Approach. Hasil analisis menunjukan adanya kekurangan kapasitas tersedia di setiap setasiun kerja. Dengan penggunaan teknik ini didapatkan 7 stasiun kerja yang mengalami kekurangan kapasitas produksi yaitu pada stasiun kerja 1 – Proses Kit Pallet 3.429 unit , stasiun kerja 2 – proses Set bold stud 3.068 unit, stasiun kerja 3 – proses Set seal valve 3.643 unit, stasiun kerja 4 – proses Set Valve 3.000 unit , stasiun kerja 6 – proses Joint Carburator 2.826 unit, stasiun kerja 9 – proses PAD Supply 3.144 unit, dan stasiun kerja 10 – Proses Lifter Valve 2.842 unit. Kekurangan kapasitas produksi ini disebabkan karena kapasitas produksi yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan dengan kapasitas produksi tersedia. Usulan perbaikan yang diberikan kepada perusahaan untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan penambahan jam kerja 2 jam/hari/shift selama 6 hari kerja. Setelah dilakukan perbaikan dengan penambahan jam kerja maka kapasitas produksi tersedia yang dimiliki oleh perusahaan yaitu sejumlah 10.804 unit/bulan dan setelah dilakukan perbaikan maka sudah tidak terjadi lagi kekurangan kapasitas produksi sehingga target produksi yang ditetapkan oleh perusahaan dapat tercapai.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Production Planning Control, Perencanaan Kapasitas, Jadwal Induk Produksi Master Production schedule (MPS), Sub Head Cylinder, Rough Cut Capacity Planning , Bill of Labor Approach.
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 09 Jun 2026 08:22
Last Modified: 09 Jun 2026 08:22
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2735

Actions (login required)

View Item View Item