EVALUASI KINERJA SUPPLIER KOMPONEN INNER RING PRODUK BEARING TIPE 6203 DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PT SKF INDONESIA

Kincai, Aiko Gadhi (2016) EVALUASI KINERJA SUPPLIER KOMPONEN INNER RING PRODUK BEARING TIPE 6203 DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA PT SKF INDONESIA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1112047 - Aiko Gadhi Kincai - CD.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kinerja supplier perlu dimonitor secara kontinyu, monitoring kinerja ini penting dilakukan sebagai bahan evaluasi yang nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja supplier atau sebagai bahan pertimbangan perlu tidaknya mencari supplier alternatif. PT SKF Indonesia selama ini belum memiliki sistem evaluasi yang tepat, penilaian kinerja supplier dilakukan hanya berdasarkan peniliaian secara subyektif, sehingga menghasilkan penilaian yang bersifat kualitatif. Tanpa adanya nilai nyata yang mampu menunjukkan hasil kinerja supplier, perusahaan akan sulit menentukan keunggulan dan kelemahan suppliernya, serta langkah strategis apa yang perlu dilakukan perusahaan untuk dapat mengatasi kelemahan dari masing-masing supplier. Melalui pendekatan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), maka dapat diukur kinerja masingmasing supplier tersebut. Dalam melakukan evaluasi kinerja supplier terbagi atas penentuan kriteria, subkriteria, dan alternatif. Dalam penentuan kriteria terdapat beberapa kriteria yang menjadi acuan bagi PT SKF Indonesia dalam melakukan evaluasi yaitu, kualitas, pengiriman, harga, dan pelayanan. Sedangkan untuk subkriteria yaitu terdiri dari, standar industri, kesesuaian spesifikasi, ketepatan jumlah produk, ketepatan waktu pengiriman, kelayakan harga, potongan harga, respon klaim, respon order, dan garansi. Dengan alternatif nya yaitu XCC Zhenjang Continents Xinchun Co, Ltd, XPP Xinchang Pace Bearing Parts Co, Ltd, dan JINTAI Zhenjang Industrial Development Co,Ltd. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan metode AHP maka didapatkan bobot prioritas kinerja supplier, untuk JINTAI mendapatkan peringkat pertama dengan bobot sebesar 0,5190 dan presentase sebesar 51,90%, XPP mendapatkan peringkat kedua dengan bobot sebesar 0,2697 dan presentase sebesar 26,97%, dan XCC mendapatkan peringkat ketiga dengan bobot sebesar 0,2113 dan presentase sebesar 21,13%. XCC harus memperbaiki kinerjanya agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Evaluasi kinerja supplier harus terus dilakukan secara berkala untuk dapat menunjang keberhasilan perusahaan. Diharapkan dengan adanya sistem evaluasi yang tepat perusahaan dapat mengetahui kinerja supplier dan dapat memonitoring kinerja supplier dengan baik.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Evaluasi Kinerja, Supplier, AHP
Subjects: Teknik Industri Otomotif
Teknik Industri Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 09 Jun 2026 06:34
Last Modified: 09 Jun 2026 06:34
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2717

Actions (login required)

View Item View Item