Mahardita, Risa (2016) PENERAPAN SISTEM KANBAN SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG SISTEM JUST-IN-TIME (JIT) PADA PRODUKSI SPRING FRONT FORK PT SHOWA INDONESIA MANUFACTURING. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1112059 - Risa Mahardita - CD.pdf Download (2MB) |
Abstract
PT Showa Indonesia Manufacturing merupakan perusahan manufaktur otomotif yang bergerak dibidang pembuatan shock absorber untuk kendaraan bermotor. Permasalahan yang dihadapi adalah jumlah produksi yang tidak merata yang mengakibatkan beban kerja tidak seimbang dan belum adanya alat kontrol produksi. Dengan menggunakan metode heijunka dan kanban sebagai alat kendali produksi, diharapkan perusahaan dapat menentukan jumlah dan waktu yang tepat untuk mengirim part yang dibutuhkan sehingga dapat meminimasi persediaan. Dalam pelaksanaannya ditentukan dahulu waktu siklus untuk setiap tipe, kemudian menghitung takt time dengan membagi jumlah waktu kerja efektif per bulan dengan volume produksi perbulan. Selanjutnya merancang jadwal produksi per hari dengan metode heijunka dengan mencari perbandingan rasio masingmasing produk lalu mengoptimalkan jam kerja. Setelah itu tentukan cycle issue kanban, menghitung safety stock kanban, jumlah kanban reguler, lalu dihasilkan total kanban yang diperlukan untuk masing-masing part. Ditentukan pula kanban instruksi produksi dan kanban segitiga serta titik dan banyaknya ROP. Kebutuhan produksi selama bulan Februari sebelum pemotogan coil dan penerapan metode heijunka yaitu sebanyak 7 hari kerja. Berdasarkan pengoptimalan menggunakan pemotongan coil dan penerapan metode heijunka dapat diminimasi sebanyak 2 hari kerja, sehingga total 7 hari kerja sebelum pemotongan coil menjadi 5 hari kerja. Pemotongan coil dapat mengurangi persediaan yang sebelumnya sebanyak 13.252 pcs menjadi 5.847 pcs atau dapat diminimalisir hingga 55,88%. Kebutuhan kanban pengambilan untuk tipe KEHR adalah 14 Kbn, HK45 52 Kbn, HK56 46 Kbn, K 127 OLD 16 Kbn, K 191 16 Kbn, K 191 – 80 30 Kbn, K 191 -90 26 Kbn, K 191 – B 120 Kbn, serta KC5 100 Kbn. Kebutuhan kanban instruksi produksi untuk masing-masing tipe secara berurutan adalah untuk tipe KEHR 4 Kbn, HK45 8 Kbn, HK56 6 Kbn, K 127 OLD 2 Kbn, K 191 2 Kbn, K 191 – 80 4 Kbn, K 191 -90 4 Kbn, K 191 – B 16 Kbn, serta KC5 2 Kbn. Posisi kanban segitiga untuk tipe KEHR adalah 3 dari 4 kanban, tipe HK45 adalah 5 dari 8 kanban, HK56 4 dari 6 kanban, tipe K 127 OLD 2 dari 2 kanban, tipe K 191 2 dari 2 kanban, K 191 – 80 3 dari 4 kanban, K 191 -90 3 dari 4 kanban, K 191 – B 9 kanban, serta KC5 2 dari 2 kanban. Titik pesan kembali untuk tipe KEHR adalah 1.533 pcs, HK45 3.145 pcs, HK56 3.188 pcs, K 127 OLD 1.558 pcs, K 191 1.478 pcs, K 191 – 80 2.217 pcs, K 191 -90 2.217 pcs, K 191 – B 6.651 pcs, dan KC5 1.852 pcs.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Heijunka, Kanban, Cycle Issue |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 04:49 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 04:49 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2711 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
