ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL DENGAN METODE COST-PLUS PRICING PADA PT PRIMASARI PANGAN LESTARI

Yuliani, Dwi (2016) ANALISIS PENETAPAN HARGA JUAL DENGAN METODE COST-PLUS PRICING PADA PT PRIMASARI PANGAN LESTARI. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1712030 - Dwi Yuliani - CD.pdf

Download (1MB)

Abstract

PT Primasari Pangan Lestari didirikan pada tahun 1995 oleh Bapak Hendra Wijaya dan Ibu Herawaty dengan berbadan hukum Commanditaire Vennontschap (CV), kemudian pada tahun 2013 dirubah badan hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT). Permasalahan yang dihadapi oleh PT Primasari Pangan Lestari ialah tidak memperhitungkan biaya pemasaran dan penyusutan ke dalam laporan laba rugi tersebut. Penetapan harga jual yang digunakan dengan metode cost-plus pricing yaitu metode penetapan harga jual produk dengan cara menambahkan biaya total dengan laba. Biaya total yang dimaksud adalah biaya produksi ditambah dengan biaya non produksi. Biaya ini dikonversikan ke biaya per unit produk, kemudian suatu persentase yang telah ditentukan terlebih dahulu ditambahkan untuk memberikan suatu margin atau laba yang diharapkan. Dengan melakukan suatu analisis biaya total, maka perusahaan akan mengetahui harga jual yang ditetapkan pada produk kacang mede, emping, dan kacang tanah tersebut. Analisis perhitungan harga jual yang dilakukan menggunakan metode cost-plus pricing dengan laba yang diharapkan sebesar 26%. Harga jual yang di tetapkan berdasarkan metode tersebut untuk ukuran 500gr kacang mede, emping, dan kacang tanah pada tahun 2011 sebesar Rp 44,500 , Rp 26,000 , Rp 19,000 , pada tahun 2012 sebesar Rp 50,500 , Rp 28,500 , Rp 20,000 , pada tahun 2013 sebesar Rp 52,000 , Rp 29,500 , Rp 20,500 , pada tahun 2014 sebesar Rp 59,500 , Rp 30,500 , Rp 21,000 , pada tahun 2015 sebesar Rp 57,000 , Rp 28,000 , Rp 21,500 dan untuk ukuran 5kg kacang mede, emping, dan kacang tanah pada tahun 2011 sebesar Rp 445,000 , Rp 260,000 , Rp 190,000 pada tahun 2012 Rp 505,000 , Rp 285,000 , Rp 200,000 , pada tahun 2013 sebesar Rp 520,000 , Rp 295,000 , Rp 205,000 , pada tahun 2014 sebesar Rp 595,000 , Rp 305,000 , Rp 210,000 ,pada tahun 2015 Rp 570,000 , Rp 280,000 , Rp 215,000. Oleh karena itu apabila perusahaan menetapkan harga jual dengan metode cost-plus pricing dengan laba yang diharapkan sebesar 26% maka harga jual tersebut dapat bersaing dipasaran secara kompetitif serta dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan pada waktu yang akan datang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Harga Jual, Cost-Plus Pricing, Biaya
Subjects: Administrasi Bisnis Otomotif > Manajemen Bisnis Industri
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 29 May 2026 08:00
Last Modified: 29 May 2026 08:00
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2596

Actions (login required)

View Item View Item