Dewi, Noviana Sari (2016) EVALUASI PENETAPAN HARGA POKOK PRODUKSI DALAM RANGKA MENENTUKAN HARGA JUAL DENGAN METODE COSTPLUS PRICING PADA CV SISMUINDO. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1712020 - Noviana Sari Dewi - CD.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penentuan harga pokok produksi pada CV. Sismuindo yang menggunakan metode Full Costing sebagai menghitung harga pokok produksi dan menggunakan metode Cost-Plus Pricing untuk menentukan harga jual. berdasarkan data biaya-biaya produksi pada tahun 2013 sampai 2015. Harga Pokok Produksi sangat dibutuhkan ketika suatu perusahaan akan menentukan harga jual yang tepat, hal ini disebabkan karena perusahaan ingin memperoleh keuntungan yang maksimal. Harga Pokok Produksi Perusahaan pada tahun 2013 Rp 400.358.720, tahun 2014 Rp 510.841.760, dan tahun 2015 Rp 490.340.010. Sedangkan hasil perhitungan berdasarkan dengan metode Full Costing untuk rasa balado pada tahun 2013 Rp 454.379.000, tahun 2014 Rp 574.911.480 dan pada tahun 2015 Rp 558.444.850, Kemudian Keju pada tahun 2013 Rp 344.913.400, tahun 2014 Rp 397.471.920 dan tahun 2015 Rp 430.245.250. dan untuk Barbeque pada tahun 2013 Rp 344.913.400, tahun 2014 Rp 397.471.920 dan tahun 2015 Rp 430.245.250. Harga pokok produksi pada perusahaan lebih kecil karena tidak memperhitungkan biaya bahan penolong secara terpisah dalam menghitung harga pokok produksinya. Dari hasil Laba Rugi perhitungkan perusahaan pada tahun 2013 Rp 403.817.832, tahun 2014 Rp 520.044.832, dan tahun 2015 Rp 582.221.986. sedangkan dalam metode full costing laba rugi rasa Balado yang telah dihitung pada tahun 2013 Rp 353.523.780, tahun 2014 Rp 454.884.143, dan pada tahun 2015 Rp 521.736.93. kemudian untuk Keju pada tahun 2013 Rp 452.042.820, tahun 2014 Rp 614.651.787 dan tahun 2015 Rp 637.116.570. Dan untuk Barbeque pada tahun 2013 Rp 452.042.820, tahun 2014 Rp 614.651.787 dan tahun 2015 Rp 637.116.570. Laba Rugi pada Perusahaan lebih kecil karena Perusahaan belum menghitung Harga Pokok Produksi terpisah per produk. Laba Rugi yang benar akan mempengaruhi pajak penghasilan yang sesuai untuk ditanggung oleh Perusahaan. Harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan terlalu kecil dengan harga jual metode Cost-Plus Pricing. Harga Jual yang ditetapkan perusahaan untuk rasa balado Rp 15.000, keju Rp 12.000, dan barbeque Rp 12.000. sedangkan menurut metode cost-plus pricing untuk rasa balado Rp, keju Rp, dan barbeque Rp. dilain pihak harga pesaing untuk rasa balado Rp 23.700 dan keju Rp 22.500. Perusahaan sebaiknya menerapkan metode perhitungan harga pokok produksi mengggunakan full costing dan menetapkan harga jual menggunakan metode cost-plus pricing dengan tetap memperhatikan harga pesaing. Dan Perusahaan harus memiliki target mark up mengikuti harga pesaing. Perusahaan juga harus mengestimasi penjualan setelah menggunakan perhitungan Cost-Plus Pricing dan lebih memperhatikan pembukuan pada laporan keuangan untuk mengetahui grafik kenaikan pada penjualan produk.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Harga Pokok Produksi, Harga Jual, Full Costing, Cost-Plus Pricing |
| Subjects: | Administrasi Bisnis Otomotif > Manajemen Bisnis Industri |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 29 May 2026 03:13 |
| Last Modified: | 29 May 2026 03:13 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2590 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
