ANALISIS PENILAIAN KINERJA PADA PT GLOBALINDO PERKASA MAKMUR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN RASIO KEUANGAN

Marlon, Andi (2016) ANALISIS PENILAIAN KINERJA PADA PT GLOBALINDO PERKASA MAKMUR DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN RASIO KEUANGAN. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1712085 - Andi Marlon - CD.pdf

Download (1MB)

Abstract

PT Globalindo Perkasa Makmur adalah perusahaan yang memproduksi celana jeans untuk pria dan wanita. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh PT Globalindo Perkasa Makmur adalah pencatatan laporan keuangan yang masih belum menggunakan laporan keuangan dalam bentuk yang baku, dan belum pernah melakukan analisis tentang kinerja keuangan perusahaan. Sehingga perusahaan tidak mengetahui kinerja keuangannya. Rasio keuangan merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan agar dapat dipergunakan sebagai kondisi atau kinerja keuangan perusahaan. Alat analisis untuk kinerja perusahaan adalah rasio-rasio keuangan sebagai berikut: rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas. Pada penelitian ini rumusan masalah adalah bagaimana kinerja keuangan pada PT Globalindo Perkasa Makmur dilihat dari analisis rasio keuangan, meliputi rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas. Tujuan dari penelitian ini menilai kinerja keuangan perusahaan apakah keadaan baik atau tidak ditinjau dari rasio-rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuditas, rasio aktivitas,rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas.Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data laporan keuangan yang terdiri dari Laporan Laba Rugi dan Neraca dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015. Pada analisis likuditas, rasio cepat sebesar 2,42 dikatakan baik karena rasio ini stabil. Rasio lancar sebesar 2,63 dan rasio kas sebesar 1,09 dikatakan rata-rata. Pada analisis aktivitas dikatakan baik dilihat dari rasio perputaran aktiva tetap sebesar 8,06 kali, untuk rasio perputaran total aktiva sebesar 1,01 kali, dan rasio perputaran persediaan sebesar 12,19 kali dikatakan buruk karena menurun tiap tahunnya.Rasio Solvabilitas dapat dikatakan buruk karena rasio ini meningkat tiap tahun seperti terlihat pada rasio hutang atas total aktiva sebesar 43% dan rasio hutang atas modal sebesar 76%.. Pada analisis rasio profitabilitas dapat dikatakan buruk dapat dilihat melalui margin laba kotor sebesar 15%, margin laba operasi sebesar 10%, margin laba bersih sebesar 10%, ROA 10%, ROE sebesar 18%. Dari hasil analisis tersebut terlihat bahwa perusahaan mengahadapi permasalahan pada rasio perputaran total aktiva, perputaran persediaan, rasio hutang atas total aktiva, rasio hutang atas total modal, margin laba kotor, margin laba bersih ROA, ROE. Hal ini menandakan bahwa perusahaan masih harus memperbaiki kinerjanya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Laporan keuangan, rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, rasio profitabilitas
Subjects: Administrasi Bisnis Otomotif > Manajemen Bisnis Industri
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 22 May 2026 04:14
Last Modified: 22 May 2026 04:14
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2551

Actions (login required)

View Item View Item