Ardianisa, Mia (2016) PERENCANAAN LABA DENGAN PENDEKATAN ANALISIS BREAK EVEN POINT PADA CV. GLOBAL UTAMA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1812010 - Mia Ardianisa - CD.pdf Download (1MB) |
Abstract
Analisis break even point adalah suatu alat atau teknik yang digunakan oleh manajemen untuk mengetahui tingkat penjualan tertentu perusahaan sehingga tidak mengalami laba dan tidak pula mengalami kerugian. Analisis break even point digunakan untuk mengetahui tingkat volume penjualan sebelum perusahaan mengalami untung dan mengalami rugi sehingga hal tersebut dapat digunakan manajer untuk menentukan perencanaan penjualan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) mengetahui tingkat penjualan yang harus dipertahankan CV. Global Utama agar tidak menderita rugi (2) mengetahui jumlah penjualan minimal yang harus dicapai pada jumlah laba yang direncanakan CV. Global Utama (3) mengetahui akibat perubahan elemen penentu break even tehadap perencanaan laba CV. Global Utama. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus pada CV. Global Utama Jakarta. Metode pada penelitian ini menggunakan pedekatan kuantitatif yang menggambarkan dan meringkaskan berbagai kondisi, situasi atau variabel. Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan data untuk memberikan gambaran mengenai situasi atau kejadian. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif karena penelitian ini menggambarkan keadaan perusahaan pada saat mencapai break even point dan dalam melakukan peramalan (forcasting) menitikberatkan pada perhitungan-perhitungan angka. Analisis data menggunakan rumus break even point dan margin of safety. CV. Global Utama adalah perusahaan yang memproduksi seragam. Hasil analisis sebagai berikut: (1) Break even point total tahun 2013 yaitu Rp.337.119.103. Break even point total tahun 2014 yaitu Rp.343.288.722. Break even point total tahun 2015 yaitu Rp.308.668.594. (2) Margin of safety total tahun 2013 yaitu 65,97%. Margin of safety total tahun 2014 yaitu 67,34%. Margin of safety total tahun 2015 yaitu 74,29%. (3) Perubahan elemen penentu break even berpengaruh terhadap perencanaan laba yaitu bila harga jual naik mengakibatkan break even point naik dan laba turun. Perubahan biaya variabel dan biaya tetap apabila naik mengakibatkan break even point naik dan laba turun sedangkan bila biaya turun break even point akan turun dan laba naik. Perusahaan menetapkan profit margin tahun 2013 sebesar 25% tingkat penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp820.029.754. Profit margin tahun 2014 sebesar 20% tingkat penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp659.871.502. Profit margin tahun 2015 sebesar 35% tingkat penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp1.259.442.163.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Break even point, perencanaan laba |
| Subjects: | Administrasi Bisnis Otomotif > Manajemen Bisnis Industri |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 21 May 2026 07:58 |
| Last Modified: | 21 May 2026 07:58 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2540 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
