ANALISIS PENJUALAN MENGGUNAKAN METODE BREAK EVEN POINT DALAM RANGKA PERENCANAAN LABA PADA PD. ENNY BAKERY & CAKE

Dahsyat, M. Zeldy (2016) ANALISIS PENJUALAN MENGGUNAKAN METODE BREAK EVEN POINT DALAM RANGKA PERENCANAAN LABA PADA PD. ENNY BAKERY & CAKE. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1711012 - M. Zeldy Dahsyat - CD.pdf

Download (1MB)

Abstract

Setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimalkan laba (keuntungan). Namun pada Perusahaan Enny Bakery & Cake tidak ada perencanaan tingkat keuntungan yang ingin di capai dan juga tidak ada perhitungan untuk menetapkan kapasitas produksi yang diperlukan pada perusahaan agar mendapatkan keuntungan, untuk itu penulis tertarik untuk meneliti tentang seberapa kapasitas yang diperlukan oleh perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dan jika perusahaan menginginkan keuntungan dengan jumlah tertentu berapa banyak produk yang harus di produksi dalam jangka waktu tertentu. Dari hasil penelitian ini, ditentukan BEP dalam satuan unit dan rupiah, serta menentukan Margin Of Safety. Diketahui Break even point tahun 2015 dimana TR = TC dicapai pada titik Biaya Total = Pendapatan Total adalah sebesar Rp474,663,499.90. dengan penjualan produk Blackforest 2,095 unit,produk Lapis Surabaya 1,829 unit, dan produk Kue Talas Bogor 1,512 unit.Peningkatan laba setiap tahunnya dari tahun 2011 hingga 2015 mengalami peningkatan laba rata-rata sebesar 28.206907%. oleh sebab itu, perencanaan laba yang disarankan oleh penulis adalah laba tahun 2016 meningkat 30% dari laba tahun 2015 yaitu sebesar Rp655,365,442.50 meningkat 30% menjadi Rp851,975,075.25 dengan menggunakan metode penentuan penjualan minimal dengan asumsi biaya tetap tidak mengalami perubahan dari tahun 2015 yaitu sebesar Rp278,143,500.00. Biaya variabel perusahaan naik sebesar 5% untuk masing-masing produk berdasarkan penghitungan tingkat inflasi yang terjadi pada bulan januari 2016 yaitu sebesar 4.14%. Harga jual setiap produk ditingkatkan mengikuti kenaikan biaya variabel yaitu sebesar 5% dari harga jual produk yang berlaku pada tahun 2015. Titik impas atau Break even point tahun 2016 dimana TR = TC berada pada titik penjualan produk Blackforest = 1,995 unit, produk Lapis Surabaya = 1,742 unit, dan produk Kue Talas Bogor = 1,440 unit dengan biaya total sama dengan pendapatan total yaitu sebesar Rp474,663,500.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: break even point, total pendapatan, total biaya, penentuan penjualan minimal, margin of safety
Subjects: Administrasi Bisnis Otomotif > Manajemen Bisnis Industri
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 21 May 2026 04:27
Last Modified: 21 May 2026 04:27
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2531

Actions (login required)

View Item View Item