ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT REKADAYA MULTI ADIPRIMA

Yunita, Yunita (2017) ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT REKADAYA MULTI ADIPRIMA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1713114 - Yunita - CD.pdf

Download (1MB)

Abstract

Perusahaan PT Rekadaya Multi Adiprima adalah perusahaan yang bergerak dibidang komponen otomotif manufaktur, terletak di jalan Alt. Cibubur-Cileungsi, Ciangsana Raya, No.55 NagrakCikeas, Gunung Putri, Bogor – Jawa Barat. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah melakukan penjualan terus-menerus namun tidak mengetahui pada titik volume penjualan berapa mulai memperoleh laba, dan pada tingkat penjualan berapa supaya tercapai tingkat laba yang direncanakan. Penelitian ini berjudul “ Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba Pada PT Rekadaya Multi Adiprima”,menggunakan analisis break even point agar tercapai tingkat laba yang direncanakan. Analisis break even point adalah suatu teknik analisis untuk mempelajari hubungan antara biaya tetap, biaya variabel, dan volume penjualan. Dengan menggunakan metode moment dalam menghitung perencanaan di tahun 2018,maka dapat diketahui tingkat break even point tahun 2018 Rp 32.334.508.152, dengan margin of safety 55,88%, dan pada tahun 2018 perusahaan merencanakan adanya kenaikan laba sebesar 16%,penjualan minimal yang harus dicapai sebagai berikut: 1) Pad Rr Door Silincer: dengan perencanaan laba Rp 1.883.584.404, penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp 9.427.390.178 atau dalam tingkat produksi sebesar 3.217.539 unit. 2) Felt Carpet Assy RrFtrNo.1: dengan perencanaan laba Rp 1.518.048.618, penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp 7.597.873.819 atau dalam tingkat produksi sebesar 1.255.847 unit. 3) Carpet Comp Rear Floor Rear: dengan perencanaan laba Rp 1.149.645.884, penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp 5.754.008.313 atau dalam tingkat produksi sebesar 1.868.185 unit. 4) Carpet Comp Front Floor: dengan perencanaan laba Rp 1.139.611.569, penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp 5.703.786.295 atau dalam tingkat produksi sebesar 553.981 unit.5) Silincer, RoofNo. 2: dengan perencanaan laba Rp 837.148.624, penjualan minimal yang harus dicapai sebesar Rp 4.189.951.190 atau dalam tingkat produksi sebesar 720.170 unit.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Break Even Point, Margin Of Safety, Penjualan minimal
Subjects: Administrasi Bisnis Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 19 May 2026 02:49
Last Modified: 19 May 2026 02:49
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2502

Actions (login required)

View Item View Item