ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PT ARISTO SATRIA MANDIRI INDONESIA MELALUI PENDEKATAN MODEL ALTMAN (Z-SCORE)

Puspitasari, Heny (2017) ANALISIS PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PT ARISTO SATRIA MANDIRI INDONESIA MELALUI PENDEKATAN MODEL ALTMAN (Z-SCORE). Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1713109 - Heny Puspitasari.pdf

Download (6MB)

Abstract

PT Aristo Satria Mandiri Indonesia merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan precision parts product. Selama ini, permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah pencatatan laporan keuangan yang masih sangat sederhana yakni tidak dalam sistem akuntansi. Sehingga perusahaan tidak mengetahui kondisi keuangan perusahaan apakah sudah dapat dikatakan baik, sedang, atau buruk, serta apakah mengalami potensi kebangkrutan nantinya. Maka dari itu untuk dapat mengetahui kondisi kesehatan keuangan perusahaan, perlu dilakukan analisis keuangan perusahaan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pertama menganalisis rasio keuangan dengan menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas. Kedua dengan menganalisis potensi kebangkrutan menggunakan model Altman (Z-Score). Penilaian kinerja dilakukan dengan metode pembanding rasio dengan analisis time series, cross section, dan overall. Berdasarkan analisis time series hasil analisis rasio keuangan dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini mampu melunasi semua kewajiban jangka pendeknya seperti terlihat pada rasio lancar sebesar 14,42 kali, rasio cepat sebesar 14,40 kali, dan rasio kas sebesar 14,27 kali. Jadi jika dinilai dari likuiditasnya kinerja perusahaan dalam kondisi baik.Pada analisis rasio solvabilitas dapat dikatakan buruk karena mengalami kenaikan disetiap tahunnya yakni, pada rasio hutang terhadap total aktiva (2012) sebesar 2,92%(2013) sebesar 3,41%, (2014) sebesar 3,77%, (2015) sebesar 3,87%, dan (2016) sebesar 3,81% sedangkan rasio hutang terhadap modal (2012) sebesar 3,01%, (2013) sebesar 3,53%, (2014) sebesar 3,91%, (2015) sebesar 4,03%, dan (2016) sebesar 3,96% . Itu artinya perusahaan belum mampu melunasi semua kewajiban jangka panjangnya. Pada analisis profitabilitas yaitu GPM meningkat dari 32,49% (2012) menjadi 53,60% (2016), OPM meningkat dari 15,13% (2012) menjadi 41,45% (2016), NPM meningkat dari 13,24% (2012) menjadi 36,26% (2016), ROA meningkat dari 4,81% (2012) menjadi 19,27% (2016), ROE meningkat dari 4,96% (2012) menjadi 20,03% (2016). Sehingga jika dinilai dari profitabilitas kinerja perusahaan dalam kondisi baik. Sedangkan pada rasio aktivitas dapat dikatakan baik yaitu perputaran piutang naik dari 81,97 kali (2012) menjadi 94,84 kali (2016), rata-rata periode penagihan piutang 2012-2016 tetap 4 hari, perputaran persediaan mengalami penurunan dari 287,87 kali (2012) menjadi 275,01 kali (2016), perputaran aktiva tetap naik dari 0,38 kali (2012) menjadi 1,18 kali (2016), dan perputaran total aktiva naik dari 0,36 kali (2012) menjadi 0,53 kali (2016). Jadi jika dinilai dari aktivitas kinerja perusahaan dalam kondisi baik

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, Rasio Aktivitas, Analisis Z-Score
Subjects: Administrasi Bisnis Otomotif
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 13 May 2026 08:14
Last Modified: 13 May 2026 08:14
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2490

Actions (login required)

View Item View Item