Mubarok, Zulfikri (2017) PENDEKATAN ANALISA BREAK EVEN POINT UNTUK MERENCANAKAN LABA DAN MENENTUKAN PENJUALAN PADA CV. MITRA USAHA TEKNIK. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1713128 - Zulfikri Mubarok.pdf Download (1MB) |
Abstract
CV. Mitra Usaha Teknik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri yang menghasilkan berupa komponen sasis truk serta komponen pelengkap khusus otomotif di ranah pertambangan yang berlokasi di Cikarang Jawa Barat. Permasalahan keuangan yang dihadapi perusahaan adalah tidak diketahuinya secara pasti penggolongan biaya-biaya baik biaya tetap maupun biaya variabel perusahaan. Maka Total biaya tetap keseluruhan produk A Frame Assy tahun 2018 Rp. 441.740.661,8 dan total biaya variabel keseluruhan Rp. 933.052.635,6. Perusahaan juga tidak mengetahui secara pasti jumlah volume produksi / penjualan yang harus dicapai dan berapa besarnya penjualan agar dapat memperoleh keuntungan yang diinginkan perusahaan selama ini. CV. Mitra Usaha Teknik hanya mengetahui bahwa tiap tahunnya perusahaan mengalami keuntungan dan pengeluaran melalui catatan sederhana. Break Even Point atau BEP merupakan suatu analisis untuk menentukan dan mencapai jumlah barang yang harus terjual kepada konsumen dengan harga tertentu agar perusahaan dapat menutupi biaya-biaya produksi dan mendapatkan laba. Dengan menggunakan analisis break even point didapatkan hasil sebagai berikut, break even point (BEP) produk A Frame Assy pada CV. Mitra Usaha Teknik tahun 2018 dapat diketahui BEP terjadi sebesar Rp. 747.005.503 atau dalam tingkat produksi/penjualan 72 unit dan perhitungan Margin Of Safety diketahui bahwa impas dihitung sebesar Rp 747.005.50, maka jumlah maksimum penurunan target pendapatan penjualan yang tidak menyebabkan perusahaan mengalami kerugian adalah Rp 1.536.342.497 (Rp 2.283.348.000 – Rp 747.005.503) atau 67,3 % (Rp 1.536.342.497 : Rp 2.283.348.000). Semakin besar margin of safety semakin besar kesempatan perusahaan untuk memperoleh laba, sebaliknya semakin kecil margin of safety, semakin rawan perusahaan tersebut terhadap penurunan target pendapatan penjualan. Jika margin of safety ratio, yang merupakan ratio antara margin of safety dengan pendapatan penjualan sebesar 67,3 % berarti penurunan target pendapatan penjualan sedikit di atas 67,3 % saja telah menyebabkan perusahaan menderita kerugian. Penjualan yang direncanakan sebesar Rp 1.294.104.453,127 dari laba yang direncanakan sebesar 25 %.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | analisis break even point, margin of safety, Penjualan, Laba |
| Subjects: | Administrasi Bisnis Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 11 May 2026 07:14 |
| Last Modified: | 11 May 2026 07:14 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2460 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
