Luthfiyani, Anggita and Risky, Dwi Yuniar (2015) KARAKTERISASI GASIFIKASI BATUBARA LOW RANK DENGAN METODE TG/DTA-FTIR. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1511035 (Anggita Lutfiyani) - 1611003 (Risky Dwi Yuniar) - CD.pdf Download (1MB) |
Abstract
Salah satu teknologi pemanfaatan batubara adalah teknologi gasifikasi yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik atau industri kimia yang menghasilkan syn-gas dan turunannya. Pada penelitian ini difokuskan pada penelitian gasifikasi batubara untuk menghasilkan syn-gas. Pemanfaatan batubara peringkat rendah dengan kandungan air tinggi membutuhkan proses pengeringan sebelum masuk dalam proses gasifikasi. Gas pembawa pada gasifikasi batubara umumnya menggunakan gas CO2 dan N2. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi pengeringan dan gasifikasi batubara dalam lingkungan CO2 dan N2 menggunakan peralatan pengujian skala laboratorium. Pada penelitian ini dibahas mengenai karakteristik batubara saat pengeringan dengan metode Fixed Bed Reactor (FBR) dan karakteristik penyalaan batubara dengan metode TG/DTA-FTIR. Dua jenis batubara Indonesia dengan peringkat lignit (Sumsel) dan sub-bituminus (Kaltim) telah digunakan sebagai sampel batubara. Hasil karakterisasi pengeringan secara isothermal di dalam FBR menunjukkan batubara dengan kadar air yang lebih tinggi akan lebih cepat melepaskan surface moisture dibandingkan batubara dengan kadar air yang lebih rendah. Untuk pengeringan secara non-isotermal di dalam FBR menunjukkan batubara dengan kadar air yang lebih rendah dengan laju kenaikan temperatur yang lebih lama memiliki energi aktivasi yang lebih besar. Hasil karakterisasi penyalaan batubara pada dua lingkungan udara yang berbeda (CO2 dan N2) memberikan pengaruh puncak DTA menjadi lebih tinggi yang berarti temperatur batubara lebih tinggi tergantung pada karakteristik batubara. Kurva DTA yang lebih tinggi laju penyalaannya lebih singkat. Pada sampel batubara lignit (Sumsel), kurva lebih tingga pada lingkungan udara N2 sedangkan pada sampel batubara sub-bituminus (Kaltim) kurva DTA lebih tinggi pada lingkungan CO2.Berdasarkan pengeringan secara oven drying batubara lignit memiliki kadar total moisture sebesar 61,22% dan batubara sub- bituminus 50,29%. Pengeringan secara non-isotermal di dalam FBR menunjukkan energi aktivasi terbesar yaitu pada batubara sub-bituminus dengan laju temperatur 5ºC/menit yaitu sebesar 59,4178 KJ/mol. Gasifikasi sampel batubara lignit pada kurva TG-DTA lebih reaktif di lingkungan gas N2 dengan dm/dt max 12,5584; Tin 242,37 ºC, Tburn out 532,57ºC. Sedangkan batubara sub-bituminus pada kurva TG-DTA lebih reaktif di lingkungan gas CO2. dm/dt max 6,3412; Tin 277,32 ºC, dan Tburn out 629,48 ºC. Penerapan manfaat penelitian gasifikasi batubara ini baik batubara lignit maupun sub-bituminus dapat digunakan dalam PLTU. Melalui tahap gasifikasi dengan menggunakan metode TG/DTA dapat diketahui lingungan udara yang paling efektif untuk proses pembakaran batubara menjadi steam dalam PLTU.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Batubara low rank, gasifikasi, pengeringan batubara, TG/DTA-FTIR |
| Subjects: | Teknik Kimia Polimer > Teknik Kimia Industri |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 09:08 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 09:08 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
