HIDROLISIS SENYAWA 3-GLYCIDOXYPROPYLTRIMETHOXYSILANE (SILQUEST) DAN APLIKASINYA PADA MODIFIKASI EPOKSI

Zulfikar, Zulfikar and Dony, Satrio (2015) HIDROLISIS SENYAWA 3-GLYCIDOXYPROPYLTRIMETHOXYSILANE (SILQUEST) DAN APLIKASINYA PADA MODIFIKASI EPOKSI. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.

[img] Text
1511018 (Zulfikar) - 1511036 (Dony Satrio) - CD.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penggunaan bahan pelapis antikorosi banyak digunakan didalam industri, otomotif, serta perkapalan. Pelapis hybrid dapat dibentuk dari pencampuran antara epoksi atau poliuretan dengan senyawa yang memiliki gugus siloksan dan dapat menghasilkan bahan campuran cat untuk antikorosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui reaksi pembuatan poliuretan-silquest dengan beberapa modifikasi variasi. Sedangkan secara spesifik dari penelitian ini adalah membuat bahan pelapisan pada logam untuk menghindari terjadinya korosi pada logam dengan tingkat ketahanan pelapis yang lebih tinggi serta memiliki sifat mekanik dan sifat thermal yang lebih unggul jika diaplikasikan pada logam. Modifikasi dihasilkan dari proses hidrolisis dengan mereaksikan senyawa silane (silquest) pada pH, waktu, serta rasio mol larutan : silquest yang ditambahkan akuades 0,367 N sebagai katalisnya. Analisis dari hasil penelitian ini dilakukan dengan 3 analisis yaitu analisis fourier transform infra red (FTIR), analisis viskositas, dan analisis NCO. Pengujian FTIR dilakukan untuk mengetahui terbentuknya senyawa apa saja pada sampel yang dianalisa. Analisis viskositas bertujuan untuk membandingkan nilai viskositas dari semua variasi sampel. Analisa NCO untuk mengetahui kandungan isosianat didalam produk. Hasil pengamatan suhu optimum untuk proses hidrolisis 60 oC dan 50oC untuk proses pembentukan Epoksi Termodifikasi Poliuretan Siloksan (ETPS). Hasil uji viskositas yang terbaik adalah variasi pH yaitu Silquest pH 4 2:1 mol hidrolisis 30 menit (12,017), variasi rasio mol larutan Silquest pH 4 2:1 mol, hidrolisis 180 menit (17,485), dan variasi rasio mol larutan pH 4 2:1 silquest hidrolisis 30 menit (12,017). Hasil dari analisis FTIR didapatkan variasi yang optimum pada penelitian ini adalah variasi pH yaitu silquest pH 2 2:1 mol hidrolisis 30 menit, variasi rasio mol larutan 6 : 1 silquest hidrolisis 30 menit, dan variasi waktu yaitu silquest pH 4 2:1 mol hidrolisis 120 menit serta silquest pH 4 2:1 mol hidrolisis 150 menit. Hasil dari analisis NCO didapatkan variasi yang bagus antara lain, variasi pH ETPS pH 2 2:1 mol hidrolisis 30 menit hasil evaporasi (90,7%), variasi rasio mol larutan : silquest yaitu ETPS pH 4 2:1 mol hidrolisis 30 menit hasil evaporasi (44,71 %), dan variasi waktu ETPS pH 4 2:1 mol hidrolisis 60 menit hasil evaporasi (88,29 %).

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: aquadest, silquet, viscocit,FTIR, analysis NCO
Subjects: Teknik Kimia Polimer > Teknik Kimia Industri
Depositing User: Admin Perpustakaan
Date Deposited: 24 Apr 2026 04:14
Last Modified: 24 Apr 2026 04:14
URI: http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/2315

Actions (login required)

View Item View Item