Firdaus, Armando Debi (2019) PEMERATAAN BEBAN KERJA OPERATOR PADA LINE ASSEMBLY B DENGAN MENGGUNAKAN TABEL STANDAR KERJA KOMBINASI TIPE III DI PT GEMALA KEMPA DAYA. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1115062 - ARMANDO DEBI FIRDAUS.pdf Download (5MB) |
Abstract
PT Gemala Kempa Daya (PT GKD) merupakan perusahaan otomotif yang bergerak di bidang komponen otomotif, salah satu produknya yaitu frame chasis tipe OW-948 . Dalam produksinya PT GKD memiliki beberapa line assembly salah satunya di line assembly B yang mempunyai 6 stasiun kerja. Kendala yang dihadapi oleh perusahaan saat ini adalah terdapat ketidakmerataan beban kerja yang dialami operator line assembly B. Adanya waktu berlebih disebabkan oleh tingginya waktu proses pekerjaan yang melebihi waktu yang ditargetkan perusahaan sehingga terjadinya penumpukan ataupun line stop pada line assembly B. Tujuan penelitian adalah melakukan pemerataan beban kerja menggunakan Tabel Standar Kerja Kombinasi Tipe III dan penambahan alat bantu dudukan yoke rivet. Hasil penelitian adalah melakukan realokasi elemen kerja dengan membandingkan waktu standar dengan takt time sehingga membantu perusahaan dalam mengawasi proses elemen kerja secara visual. Perbaikan juga dapat seperti pembuatan alat bantu dudukan yoke rivet untuk mempermudah pengambilan alat yoke rivet dan menurunkan waktu proses kerja. Hasil perhitungan menggunakan Tabel Standar Kerja Tipe III pada kondisi awal menunjukan adanya ketidakmerataan beban kerja terdiri dari 14 operator, 6 operator diantaranya melebihi takt time yaitu operator B1, B2, B3, B4, D1 dan D3. Waktu standar pada kondisi awal 6 operator tersebut adalah B1 sebesar 425 detik, B2 sebesar 414 detik, B3 sebesar 410 detik, B4 sebesar 413 detik, D1 sebesar 430 detik, dan D3 sebesar 431 detik. Setelah realokasi elemen kerja dan penambahan alat bantu dudukan yoke rivet maka waktu standar setelah perbaikan menjadi B1 sebesar 391 detik, B2 sebesar 378 detik, B3 sebesar 394 detik, B4 sebesar 396 detik, D1 sebesar 379 detik, dan D3 sebesar 393 detik. Selanjutnya adalah penentuan beban kerja menggunakan workload analyisis yaitu sebelum realokasi elemen kerja, beban kerja yang diterima operator B1 sebesar 106,2% menjadi 97,7%, B2 beban kerja awal 103,4% menjadi 94,5%, B3 beban kerja awal 102,5% menjadi 98,5%, B4 beban kerja awal 103,3% menjadi 99%, D1 beban kerja awal 107,4% menjadi 94,7%, dan D3 beban kerja awal 107,9% menjadi 98,2%.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Frame Chasis, Line Assembly B, Beban Kerja, Workload Analysis dan Tabel Standar Kerja Kombinasi Tipe III |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 02:29 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 02:29 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/1989 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
