Nafianto, Muhammad Alfath (2019) PENGUKURAN KINERJA WAREHOUSE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN KEY PERFORMANCE INDICATORS DI PT DENSO INDONESIA-FAJAR PLANT. Diploma thesis, Politeknik STMI Jakarta.
|
Text
1115011 - Muhammad Alfath Nafianto.pdf Download (72MB) |
Abstract
Warehouse merupakan salah satu bagian yang terpenting dalam perusahaan karena sebelum bahan baku diproses di bagian produksi, bahan baku akan disimpan di warehouse. PT Denso Indonesia-Fajar Plant hanya memiliki 3 indikator pengukuran kinerja warehouse yang belum mencakup semua aktivitas yang ada pada warehouse serta belum mencakup mengenai karyawan warehouse. Oleh sebab itu, diperlukan perbaikan indikator pengukuran kinerja warehouse di PT Denso Indonesia-Fajar Plant sesuai keadaan yang ada pada warehouse. Cara untuk menentukan indikator pengukuran kinerja warehouse adalah dengan cara memecah persoalan yang utuh menjadi unsur-unsurnya dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Key Performance Indikators (KPI). AHP merupakan salah satu metode untuk membantu menyusun hierarki yang memiliki bobot prioritas dengan cara menentukan kriteria dan alternatif, uji validasi, membuait hierarki, menyebar kuesioner perbandingan berpasangan, mengolah hasil kuesioner untuk mendapatkan bobot prioritas, dan melakukan uji konsistensi, sedangkan KРІ digunakan untuk mengukur kinerja warehouse berdasarkan kriteria dan alternatif yang sudah didapatkan dengan metode AHP, penentuan target ıninimal, target maksimal, dan kategori pada tiap indikator, menormalisasikan tiap indikator, dan perhitungan indeks kinerja warehouse. Berdasarkan pernyataan Frazelle mengenai indikator kinerja warehouse ditambah dengan indikator mengenai karyawan, maka didapatkan 6 kriteria dan 37 alternatif yang diajukan ke para ahli di perusahaan untuk uji validasi dan hasilnya mendapatkan 4 kriteria, yaitu receiving, putaway, storage, dan learning and growth dinyatakan valid. Dari 4 kriteria tersebut, terdapat 21 aiternatif dan akan diolah dengan menggunakan AHP sehingga mendapatkan bobot prioritas. Selanjutanya, alternatif yang sudah didapatkan akan menjadi indikator dan akan digunakan untuk pengukuran kinerja dengan menggunakan KPI, laiu hasil dari pengukuran kinerja tersebut akan dihitung dengan bobot prioritas. Berdasarkan hasi! perhitungan tersebut, maka didapatkan 21 KPI yang sesuai dengali keadaan warehouse, meliputi 3 KPI receiving, 4 KPI putaway, 8 KPI storage, dan 6 KPI learning and growth. Selain itu, diketahui bahwa yang terkategori excellent sebanyak 8 KPI, terkategori good sebanyak 6 KPI, terkategori average sebanyak 4 KPI, terkategori marginal sebanyak 0 KPI dan terkategori poor sebanyak 3 KPI. Kinerja warehouse PT Denso Indonesia-Fajar Plant sebesar 79,68 dan termasuk dalam kategori good walaupun KPI peletakkan (putaway) receiving ke smallstore, KPI karyawan yang keluar dalam satu tahunnya (turn over), dan KPI pengimplementasian 5S termasuk kategori poor. KPI yang termasuk dalam kategori poor perlu dilakukan perbaikan sehingga dapat meningkatkan kinerja warehouse.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Warehouse, Pengukuran Kinerja, AHP, KPI |
| Subjects: | Teknik Industri Otomotif Teknik Industri Otomotif |
| Depositing User: | Admin Perpustakaan |
| Date Deposited: | 11 Mar 2026 07:25 |
| Last Modified: | 11 Mar 2026 07:25 |
| URI: | http://repository.stmi.ac.id/id/eprint/1983 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
